Menteri Susi ajak PBB dan Uni Eropa berantas pencurian ikan



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa untuk mempertegas komitmen terhadap pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Salah satunya dalam mengawal pelaksanaan aturan pemberantasan pencurian ikan secara ilegal, dengan memberi konsekuensi yang tegas bagi pelanggarnya.
"Pelarangan atau pembatasan ini adalah untuk keberlanjutan perikanan kita. Kebijakan ini justru menambah stok ikan kita menjadi lebih banyak. Jadi semestinya semua negara setuju dengan kebijakan ini," kata Susi seperti dikutip Antara, Jakarta, Sabtu (25/2).
Dengan adanya kerja sama tersebut, dia meyakini pertumbuhan ekonomi dengan aktivitas kelestarian dapat berjalan seiringan. Sehingga ekosistem sumber daya kelautan juga bisa memperkuat produktivitas.
Selain itu, pengelolaan berkelanjutan ini juga penting diterapkan karena pada dasarnya Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 97.000 Km, yang merupakan garis pantai kedua terpanjang dari seluruh negara di dunia.
Namun, praktik illegal fishing yang marak terjadi selama ini mengakibatkan Indonesia hanya mampu menjadi peringkat ketujuh negara penghasil tuna di dunia, dikalahkan oleh Taiwan yang garis pantainya bahkan jauh di bawah Indonesia.
(merdeka.com)

Related

Berita Ekonomi 4299107839371755063

Post a Comment

item