Mengekor Wall Street, Bursa Asia Melemah Imbas Usulan Pajak Trump



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Bursa Asia melemah pada pembukaan perdagangan hari ini mengekor bursa Wall Street yang juga melemah pada penutupan perdagangan kemarin.
Rencana pemangkasan pajak yang diajukan Donald Trump sama-sama menjadi pemicu melemahnya bursa Asia pada pagi hari ini.

Melansir CNBC, Kamis (27/4/2017), indeks acuan Jepang, Nikeei 225 turun 0,4 persen sementara ASX 200 bergerak turun tipis 0,02 persen pada awal perdagangan.
Bergerak ke Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,27 persen menyusul beberapa perusahaan besar melaporkan kinerja perusahaan dan pendapatannya.
Hal ini dpicu oleh rencana Donald Trump yang mengusulkan pemotongan pajak salah satunya pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 15 persen.

Meski dinilai akan menguntungkan perusahaan, namun investor masih bertanya-tanya apakah pemangkasan pajak itu akan berimbas pada defisit anggaran.
"Investor melakukan aksi jual setelah ada pernyataan soal pemangkasan pajak tersebut," ujar Kepala Pasar Strategis CMC Michael McCarthy dalam catatannya.
Wall Street juga melemah setelah Presiden Donald Trump mengajukan angka pajak yang dinilai nekat untuk dunia bisnis. Dow Jones turun 21,03 poin.

Rencana itu akan memangkas pajak pendapatan perusahaan publik menjadi 15 persen dari 35 persen dan mengurangi pajak tinggi pada bisnis, termasuk kemitraan kecil dan pribadi dari 39,6 persen menjadi 15 persen.

Dow Jones Industrial Average turun 21,03 poin atau 0,1 persen untuk menetap di angka 20.975,09. S&P 500 turun 1,16 poin atau 0,05 persen untuk menetap di level 2.387,45 dan Nasdaq Composite turun 0,27 poin untuk menetap di level 6.025,23.

(Liputan6)

Related

Berita Ekonomi 7124042738575361815

Post a Comment

item