Minuman Saat Sahur Kunci Lancarkan Puasa Si Kecil


Minuman Saat Sahur Kunci Lancarkan Puasa Si Kecil

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali -  Melatih anak berpuasa sejak dini merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh para orangtua.  Pendidikan puasa bisa menjadi landasan dasar bagi anak memahami ajaran agama.
"Mengenalkan anak berpuasa sama pentingnya dengan mengenalkan anak pentingnya salat dan nilai agama lain. Sejak dini, anak seharusnya sudah mulai 'ditularkan', diarahkan, dibimbing, serta diberikan contoh mengenai perilaku berpuasa dan hikmah di balik kegiatan tersebut," jelas Irma Gustiana A, M.Psi., Psi., psikolog anak dan keluarga dari LPTUI.
Menurut Irma, mengenalkan puasa sejak dini tak harus menuntut anak untuk berpuasa seharian penuh.
"Semuanya didasarkan pada usia dan kemampuan anak masing-masing," ujar Irma.
Tidak hanya itu, selama anak berpuasa, perhatikan juga cairan hariannya. Itu karena 70 persen berat badan manusia merupakan cairan yang tidak hanya terdiri dari air, namun juga ION.
Berdasarkan peraturan Kementerian Kesehatan RI, dalam sehari seorang anak berusia 4-6 tahun membutuhkan cairan hingga 1500ml. Sedangkan bagi anak berusia 7-9 tahun harus memenuhi kebutuhan cairan hingga 1900ml, dan anak berusia 10-12 tahun sebanyak 1800ml.
Kebutuhan cairan anak memang lebih besar bila dibandingkan dengan orang dewasa. Ini disebabkan anak lebih mudah mengalami dehidrasi karena dia kehilangan cairan lebih banyak melalui penguapan kult dan anak cenderung tidak sensitif dengan rasa haus.
Kedua hal tersebutlah yang menyebabkan anak mengalami dehidrasi.
Dehidrasi yang dialami oleh anak juga mempengaruhi kemampuan belajarnya saat di sekolah.
Biasa jika anak mengalami dehidrasi, ia akan mengalami pusing, sakit kepala, dan lelah sehingga menurunkan tingkat kewaspaan dan konsentrasi. Ketika sudah mengalami hal tersebut, anak menjadi rewel ketika berpuasa.
Solusinya, supaya anak bisa berpuasa dengan lancar, jangan sampai lewatkan makan sahur selama bulan Ramadan. Sahur membuat anak bisa menyimpan cadangan nutrisi dan hidrasi selama menjalankan puasa.
Mengurangi konsumsi makanan pedas juga bisa mengurangi risiko dehidrasi, sebab makanan pedas dapat meningkatkan rasa haus pada anak. Jangan lupa, perbanyaklah konsumsi buah dan sayur pada makanan sahur anak, karena kedua jenis makanan tersebut mengandung banyak air.
Perhatikan juga, saat sahur, hindarilah minum minuman manis seperti teh kepada anak. Itu karena teh bersifat diuretic sehingga mempercepat pengeluaran cairan dan anak jadi sering buang air kecil. Ini juga jadi salah satu penyebab anak jadi lebih rentan dehidrasi.
Bila dibandingkan dengan teh, ada baiknya sediakan minuman yang mengandung ION, seperti pocari sweat saat sahur anak.
Bekerja sama dengan Brigestone Indonesia, terlihat bahwa selama bulan puasa dengan mengkonsumsi minuman ION jauh lebih bisa mencegah dehidrasi bila dibandingkan air biasa.
Sama seperti kaktus yang dapat menyimpan cairan dalam tubuhnya, ION seperti Pocari Sweat dapat mengikat cairan bertahan lebih lama di dalam tubuh sehingga dapat mencegah dehidrasi.
Oleh sebab itulah, pastikanlah setiap sahur, selalu sediakan Pocari Sweat sehingga anak bisa belajar berpuasa secara lancar tanpa tergangu ancaman dehidrasi.
(TribunNews)

Related

Gaya Hidup 8425309224844745784

Post a Comment

item