Penataan Pantai Belatung, Bupati Suwirta Jamin Tidak Akan Hilangkan Petani Garam Tradisional

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Mendapat kabar bahwa para petani garam tradisional dan warga penghuni Pantai Belatung, Dawan  cemas akan digusur terkait rencana penataan, Bupati Klungkung  I Nyoman Suwirta Jumat (30/6)pagi pagi sekali langsung turun kelapangan menenangkan warganya. Begitu tahu akan kehadiran Bupati Suwirta, para petani pun langsung menghentikan aktivitasnya untuk mengadukan kekhawatiranya.
Ketut Santa dan Wayan Wayan Satria yang merupakan petani garam setempat, meminta kejelasan Bupati Suwirta akan rumor tersebut. Keduanya merasa khawatir akan kehilangan mata pencaharian jika seandainya gubuk dan lahan tempatnya membuat garam harus digusur.

Kepada para petani Bupati Suwirta menghimbau untuk tenang dan tidak usah khawatir. Dirinya berjanji akan mempertahankan eksistensi para petani garam tradisional yang hanya masih tersisa tiga orang ini, serta tidak akan mengganggu pemukiman kecuali jika lahan kepemilikan sampai menutup akses publik. “Dalam penataan nanti pemerintah tidak akan menggusur atau bahkan menghilangkan aktivitas pembuatan garam tradisional dan nelayan dari pantai belatung, malahan nelayan dan lokasi pertanian garam ini akan ditata sebaik mungkin sehingga akan menjadi bagian dari objek wisata dan rest area yang akan semakin menambah daya tarik kunjungan wisatawan, namun jika ada kepemilikanlahan yang sampai menutup area public, hal ini akan didiskusikan lebih dulu,” ujar Bupati Suwirta.

Perkembangan terakhir pada rencana penataan Pantai Belatung adalah telah selesainya dilakukan Feasibility Study atau studi kelayakan yand dilanjutkan dengan DED dan pada tahun 2018 penataan akan dimulai sesuai dengan ide ide Bupati Suwirta sejak dulu. Dalam ide idenya itu Bupati Suwirta ingin membangun area public, rest area, jogging track, bale bengong, lapangan voli pantai dan pemasangan tulisan dengan huruf berukuran besar. Ditambahkan pula jika penataan telah selesai, selanjutnya desa setempatlah yang akan mengelola obyek wisata pantai belatung ini, bukan pemerintah daerah.


Dalam kunjungannya itu Bupati Suwirta juga menyempatkan dirinya mencoba salah satu tahap pembuatan garam tradisional yaitu penyiraman air laut pada lahan pasir yang telah diratakan. Bupati Suwirta nampak kesulitan melakukan proses penyiraman itu ditambah lagi dengan beban berat air laut yang harus dipikul. “ Saya tidak mengira akan sesulit ini, padahal kalau dilihat para petani itu terlihat gampang melakukannya,” ujar Bupati Suwirta diiringi gelak tawa para petani dan warga yang menyaksikan aksinya.

Related

Warta Semarapura 3891586833190130334

Post a Comment

item