Korban Tewas Banjir Besar di Jepang Jadi 15 Orang, 22 Warga Hilang

Korban Tewas Banjir Besar di Jepang Jadi 15 Orang, 22 Warga Hilang
Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Korban tewas akibat banjir besar di Jepang bertambah menjadi 15 orang. Petugas penyelamat terus berupaya mencari dan menyelamatkan para korban yang masih terjebak banjir. 

Seperti dilansir AFP, Sabtu (8/7/2017), air sungai yang terus meluap dan membawa timbunan lumpur menerjang sebagian wilayah Pulau Kyushu, pulau paling selatan di Jepang. Hujan deras yang mengguyur tiada henti, memicu banjir hingga menggenangi jalanan dan rumah-rumah warga. 

Petugas penyelamat menyisir puing untuk mencari korban yang kemungkinan terjebakPetugas penyelamat menyisir puing untuk mencari korban yang kemungkinan terjebak Foto: REUTERS/Issei Kato

Ribuan petugas penyelamat menembus timbunan lumpur tebal demi mencari korban yang masih hilang dan warga yang terjebak banjir. Media lokal, Jiji Press, menyebut otoritas setempat meyakini lebih dari 600 orang terjebak banjir.

Dilaporkan Jiji Press dan televisi nasional Jepang, NHK, bahwa korban tewas sejauh ini bertambah menjadi 15 orang. Sedangkan pemerintah pusat Jepang, pada Jumat (7/7) waktu setempat, secara resmi mengumumkan jumlah korban tewas mencapai tujuh orang, dengan 22 orang lainnya dilaporkan hilang. 

Banjir besar di Jepang membawa puing potongan kayu hingga mobil milik wargaBanjir besar di Jepang membawa puing potongan kayu hingga mobil milik warga Foto: REUTERS/Issei Kato

Timbunan lumpur yang tebal dan akses di perbukitan yang becek serta jembatan yang terputus semakin menghambat upaya petugas penyelamat. Helikopter digunakan untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak banjir. Kota Asakura di Prefektur Fukuoka, Kyushu, menjadi kota terdampak banjir paling parah. Sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah-rumah warga.

"Orang tua saya masih terjebak bersama 16 orang lainnya di area Kurogawa dan saya sama sekali tidak memiliki informasi soal situasi di sana," tutur salah satu warga kota Asakura, Kayoko Ishibashi, kepada AFP

Warga setempat berjalan di antara puing-puing yang terbawa arus banjirWarga setempat berjalan di antara puing-puing yang terbawa arus banjir Foto: REUTERS/Issei Kato

"Jadi saya hanya bisa menunggu di sini, sambil berharap mereka (orang tuanya) akan diselamatkan oleh helikopter. Begitu juga untuk semuanya," imbuhnya. 

Otoritas Jepang mengerahkan 12 ribu polisi, personel militer, petugas pemadam kebakaran dan anggota patroli laut untuk membantu operasi penyelamatan korban.

(detiknews.com)

Related

Dunia 4948069942542726715

Post a Comment

item