Diversifikasi Pangan Disosialisasikan


www.nusabali.com-diversifikasi-pangan-disosialisasikan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Berharap bisa mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai sumber pangan/karbohidrat, Dinas Ketahanan Pangan berupaya melakukan  kampanye sumber  karbohidrat non beras.

Di antaranya berbagai jenis umbi-umbian, seperti ubi, juga jagung termasuk juga sagu. Yang terakhir yakni sagu relatif tidak tersedia di Bali, namun untuk jenis ubi-ubian, ketela  maupun jagung bisa dibudidayakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan I Wayan Mardiana, mengatakan hal itu Jumat (25/8). “Jangan semata-mata bergantung pada beras,” ingat Mardiana. 

Hal itu untuk mengantisipasi  bagaimana sewaktu-waktu pasokan atau stok beras tak memadai. “Karena misalnya faktor alam seperti cuaca, gagal panen sehingga produksi padi menurun,” ujar Mardiana.  

Hal ini perlu disikapi, sehingga terbiasa menjadikan sumber lain di luar beras sebagai sumber karbohidrat. “ Mungkin terdengar klise atau sepele, namun untuk masalah perpanganan  ini penting,”  kata Mardiana.  

Hal itu kata Mardiana  juga menyikapi pertumbuhan penduduk yang terus menerus, yang otomatis memerlukan jumlah sumber pangan yang bertambah. “Makanya kami sosialisasi terus, termasuk lewat  lomba olahan pangan non beras,”  ujarnya. Apalagi dari sisi iklim maupun kondisi tanah Bali cocok untuk budidaya bahan pangan non beras.

Sejauh ini menurut  Mardiana, ketahanan pangan untuk Bali masih terjaga, baik dari aspek ketersediaan, distribusi dan konsumsi . Khususnya untuk beras,kata Mardiana Bali butuh sekitar  400 ribu ton per tahun untuk sekitar 4,5 juta penduduk Bali. 

(NusaBali)

Related

Berita Ekonomi 2858029590445566788

Post a Comment

item