MK "Ketuk Palu", Larangan Aborsi di Cile Kini Melunak


Presiden Cile, Michelle Bachelet

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali Mahkamah Konstitusi Cile, Senin (21/8/2017), menyetujui sebuah langkah untuk melunakkan laranganaborsi yang selama ini berlaku ketat di negara tersebut.
Langkah tersebut dilakukan dengan mendekriminalisasi prosedur dalam kasus-kasus tertentu.

Rancangan undang-undang tentang hal tersebut akan memungkinkan aborsi dalam kasus pemerkosaan, ancaman terhadap kehidupan ibu, atau cacat lahir yang mematikan.
Suara hakim terbelah dengan komposisi 6:4, yang berarti menggagalkan upaya partai konservatif yang menentang langkah reformasi tersebut.
Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal pengadilan Rodrigo Pica dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip AFP.

RUU tersebut sekarang dapat ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Michelle Bachelet, yang meluncurkan reformasi tersebut pada tahun 2015.
"Hari ini kita kaum perempuan menaklukkan dasar baru untuk martabat, kebebasan, dan kesetaraan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kelompok hak reproduksi MILES menganggapnya sebagai keputusan bersejarah.
RUU tersebut mendapat perlawanan sengit dari kalangan konservatif. Mereka mengatakan bahwa aborsi melanggar hak hidup yang diatur dalam konstitusi.
Sebuah survei terhadap 705 orang oleh perusahaan pemungutan suara Cadem baru-baru ini menunjukkan, 70 persen orang Cile mendukung aborsi yang disahkan di bawah ketiga kondisi tersebut.

Sejak tahun 1989, aborsi dalam kondisi apapun merupakan tindakan yang dilarang keras. Ini berlaku di zaman pemerintahan diktator Augusto Pinochet.
Di bawah hukum tentang aborsi yang berlaku saat ini, pelaku dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Sebelum itu, selama lebih dari 50 tahun, Cile mengizinkan aborsi jika kehidupan ibunya dalam bahaya atau jika janinnya tidak layak.
Sejumlah negara di Amerika Latin masih memiliki larangan total untuk melakukan aborsi, terutama El Salvador, Honduras, dan Nikaragua.
Persetujuan tersebut berlanjut menjelang pemilihan Presiden Cile bulan November, di mana Bachelet tidak akan mencalonkan diri.

Dia mengatakan akan membuat persetujuan dan prioritas pelaksanaan sepenuhnya sebelum dia meninggalkan kantor presiden pada bulan Maret 2018.
Bachelet, yang adalah seorang dokter spesialis anak, kembali menjabat pada bulan Maret 2014 setelah menjabat sebagai presiden wanita pertama Cile, dari tahun 2006 sampai 2010.
Dia adalah seorang pejabat senior PBB yang bekerja untuk masalah pemberdayaan perempuan setelah masa jabatan pertamanya.

(Kompas.com)

Related

Dunia 3727977646584785324

Post a Comment

item