Bukan Sembarang Rendang, Mizaki Mampu Raup Omzet Rp 60 Juta Sebulan


Ayu, pemilik dan pendiri usaha rendang Mizaki ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Siapa tak kenal hidangan khas Sumatera Barat bernama rendang? Saking tersohor akan kenikmatannya, rendang pun dinobatkan sebagai hidangan terlezat di dunia beberapa waktu lalu.

Anda yang tak sempat memasak rendang sendiri bisa langsung menikmatinya dengan membeli rendang basah maupun rendang kering jadi yang dikemas.
Salah satunya adalah produk rendang Mizaki yang diproduksi oleh Ayu di Padang Panjang, Sumatera Barat. Produk ini bahkan sudah memiliki pelanggan di mancanegara. 
Ditemui di Jakarta akhir pekan lalu, Ayu menyatakan dirinya memproduksi rendang daging yang dikemas dalam kaleng. Tak hanya itu, ia juga memproduksi rendang paru, telur, belut, itik, dan pensi.

"Yang khas adalah rendang pensi. Pensi itu adalah kerang air tawar yang cuma ada di Danau Singkarak dan dipanen di musim kemarau saja," kata Ayu.
Mendirikan usaha rendang Mizaki tak sekejap dan tak mudah pula bagi Ayu. Awalnya, ia hanya menjual produk rendang yang dibuat oleh orang tuanya, bermodal Rp 200.000. Ayu mengistilahkan, kala itu ia "gali lubang tutup lubang."
Maksudnya, ia mengambil dagangan orang tuanya, jika dagangannya habis terjual, maka barulah ia membayar kepada orang tuanya dan mengambil sedikit marjin saja.
Pertama, ia memasarkan produk rendang tersebut ke lingkungan sekitar, termasuk sekolah dan kantor dinas. Dalam kurun waktu satu tahun, permintaan pun semakin mengalir.
Untuk memenuhi permintaan yang semakin banyak, Ayu mulai kesulitan, khususnya masalah jarak. Pasalnya, ia tinggal di Padang Panjang, sementara orang tuanya tinggal di Payakumbuh.
Akhirnya, Ayu memutuskan untuk memulai usahanya sendiri. Dengan mengantongi modal awal Rp 5 juta, ia akhirnya memproduksi rendang sendiri di Padang Panjang.
Kini, produk rendang Mizaki kreasi Ayu telah dipasarkan dan dinikmati tak hanya di Sumatera Barat. Dengan kanal pemasaran lewat media sosial dan reseller, rendang Mizaki dinikmati pula di beberapa kota di Indonesia dan mancanegara.
Ayu pun mengaku mendapat pula permintaan dari negara tetangga, Malaysia. Namun, sebelum mengirim produknya ke sana, saat ini tengah diurus perihal perizinan.
Omzet yang cukup besar pun diraih Ayu dan rendang Mizaki. Saat ini, Ayu mengakui omzetnya mencapai Rp 60 juta per bulan.
Ke depan, Ayu tentu mengharapkan usahanya semakin berkembang. Dalam tiga tahun mendatang, ia ingin membuka restoran yang secara khusus menyajikan berbagai jenis rendang.

"Saya mau buat restoran khusus rendang, segala jenis rendang. Jadi bisa pilih rendang apa, kalau suka bisa langsung dibawa pulang," ungkap Ayu.
Selain itu, ia juga ingin memiliki sebuah galeri penjualan secara khusus. Tidak hanya itu, Ayu juga akan memperbaiki kualitas kemasan, sehingga ketika dikirim ke kota atau daerah lainnya, kualitas rendang tetap terjaga.
Ayu pun membuka kesempatan bagi reseller yang ingin menjual rendang Mizaki. Dengan modal awal Rp 500.000, berbagai produk rendang Mizaki bisa langsung dijual.
Dalam sebulan, Ayu mengaku mengolah setidaknya 100 kilogram daging sapi dan 100 kilogram telur untuk diolah menjadi rendang.
Pelanggan rendang Mizaki antara lain berasal dari Aceh, Medan, Jakarta, Bandung, Tangerang, Kalimantan, Sulawesi, Manado, bahkan hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat (AS).

(Kompas.com)

Related

Berita Ekonomi 5125371068575388948

Post a Comment

item