Enam tahun konflik Suriah, Assad klaim menuju kemenangan



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Presiden Suriah Basyar al-Assad pekan ini mengatakan meski negaranya dilanda perang melawan terorisme yang didukung negara asing, Suriah kini sedang mengarah menuju kemenangan.

Sehari sebelumnya militer Rusia mengumumkan pasukan Suriah telah menguasai 85 persen wilayah negara yang sebelumnya dikuasai pemberontak.

Pernyataan Assad itu dia sampaikan dalam Konferensi Serikat Perdagangan Internasional ketiga yang digelar di Ibu Kota Damaskus dan diikuti 60 negara.

Dikutip laman Press TV, Kamis (14/9), konferensi yang berlangsung Senin lalu itu bertujuan membahas kerja sama di tengah sanksi ekonomi yang diterapkan negara Barat dan bagaimana dampaknya terhadap rakyat Suriah.

Assad juga menyatakan embargo ekonomi dilakukan negara Barat sangat tidak bermoral dan merupakan pelanggaran hukum internasional yang sangat nyata.

warga aleppo rayakan kemenangan pasukan suriah ©AFP



Sekaligus Assad menegaskan pentingnya peran organisasi sosial dalam membangun kesadaran akan realitas yang menimpa rakyat Suriah di tengah krisis dan bahayanya terorisme yang kini menyebar ke segala penjuru dunia.

Letnan Jenderal Aleksandr Lapin, komandan pasukan Rusia di Suriah, mengatakan kepada wartawan di Pangkalan Udara Khmeimim, pasukan Suriah kini tinggal membebaskan 15 persen lagi wilayah negara, atau sekitar 270 kilometer persegi.

Lapin juga menuturkan tentara Suriah kini masih terus menggelar operasi untuk membebaskan Deir ez-Zor dari kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Saat ini operasi untuk membebaskan kota itu masih berlangsung. Militer Suriah akan segera menumpas habis pasukan ISIS yang menguasai wilayah sekitar kota," kata Lapin dalam jumpa pers, seperti dilansir laman Russia Today, Selasa (12/9).

Setelah tiga tahun diblokade ISIS, pada 5 September lalu akhirnya Kota Deir ez Zor berhasil ditembus pasukan Suriah.

tentara suriah usai menembus blokade kota deir ez zor dari tangan isis ©Sputnik



Ketika konflik Suriah meletus Maret 2011 saat Musim Semi Arab tengah melanda Timur Tengah, banyak kalangan menginginkan ASaad digulingkan seperti pemimpin Arab lainnya. Negara-negara Teluk menutup kedutaan dan menarik bantuan dana keuangan, para pemimpin Eropa juga ingin dia dilengserkan. Barack Obama, sebagai presiden Amerika Serikat kala itu juga menyatakan hal serupa.

Namun hingga hari ini Assad masih bertahan dan pasukan pemberontak semakin melemah dipukul mundur setelah Rusia menyatakan terlibat perang dan mendukung rezim Assad pada September 2015.

(Merdeka.com)

Related

Dunia 5763195386126128443

Post a Comment

item