Patahkan Sayap Singo Edan


www.nusabali.com-patahkan-sayap-singo-edan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Andhila juga tidak gentar menghadapi pemain sayap Arema yang bagus-bagus. Di sektor itu salah satu kekuatan Arema. 

Lima pemain yang baru saja membela Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 3-1, sudah kembali dan bergabung berlatih bersama Bali United. Kelima pemain itu adalah Fadil Sausu, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Muhammad Taufiq serta Ricky Fajrin.

Pada latihan sore, Kamis (5/10),  mereka bergabung bersama pemain Bali United lainnya untuk mempersiapkan diri menjamu Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (8/10).

Kembalinya mereka semakin menambah kekuatan Bali United dan semangat mengejar poin. Apalagi posisi Serdadu Tridatu saat ini tidak aman, karena PSM Makassar terus mengejar dan mengincar posisi mereka. 

Selain itu, Arema FC bukanlah tim yang boleh dianggap remeh. Bali United pun bertekad dan tidak mau kalah di laga kandang ini. Lagan anti ibaratkan untuk memutus rekor tidak pernah menang melawan Arema. 

Sementara bek muda Bali United I Made Andhika Wijaya menghadapi partai big match melawan Arema FC, baginya terasa sangat spesial. Sebab Arema adalah tim yang pernah berniat merekrutnya pada.

Apalagi ayahnya I Made Pasek Wijaya, yang kini asisten pelatih Bali United, pernah jadi bagian dari Arema FC sehingga dia terus dikaitkan dengan tim Singo Edan.

Andhika Wijaya merasa tidak terganggu konsentrasi karena masih ada kontrak dengan Bali United sampai akhir tahun depan. Andhika bertekad ingin memberikan hasil yang bagus untuk Bali United. Ia tak berpikir soal rekor Bali United yang tidak pernah menang melawan Arema.

“Kalau diberi kesempatan jelas ada motivasi khusus, karena semua pemain ingin memberi kontribusi terbaik dan meraih kemenangan,”kata Andhika.

Andhika yang mengidolakan pemain Arema Cristian Gonzales, mengaku siap menghadapi idolanya itu. Ia juga tidak gentar menghadapi pemain sayap Arema yang bagus-bagus dan di sektor itu salah satu kekuatan Arema. Karena itu, harus dipatahkan sayap tim yang dijuluki Singo Edan itu. 

“Ada Esteban Vizcarra yang punya skill bagus dan kuat memegang bola. Begitu juga Adam Alis. Dia punya tenaga sangat kuat dan punya penetrasi bagus. Saya harus kerja ekstra keras kalau berhadapan dengan mereka,”kata Andhika.

Sementara itu, Stefano Lilipaly mengaku butuh beradaptasi saat dirinya kembali tampil di Indonesia.  Saat di Belanda, ia biasa bermain di rumput sintetis. Lalu pindah ke Indonesia, bermain di rumput asli yang tidak terlalu bagus kondisinya.

Kendati menghadapi situasi seperti itu, Stefano Lilipaly tetap merasa senang pindah ke Indonesia dan tinggal di Bali. Rasa gembira itu tak lain karena keluarga kecilnya ikut pindah ke Bali. 

(NusaBali)

Related

Olahraga 6225231918938219967

Post a Comment

item