Raup dana IPO Rp 1,27 T, GMF gunakan 60 persen dana untuk ekspansi bisnis



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali -  PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), perusahaan yang bergerak di bidang Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat, hari ini Selasa (10/10) resmi tercatat sebagai emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode efek GMFI. 

GMF menjadi perusahaan ke-25 yang mencatatkan saham perdana di BEI pada 2017. Serta, menjadi emiten pertama dari industri MRO di Indonesia. 

Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto, mengatakan GMF melepas 2.823.351.100 lembar saham baru atau sebesar 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdananya. Harga dibuka di Rp 400 per lembar saham.

"Dengan harga tersebut, GMF berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,27 triliun. Sebelumnya GMF menutup masa penawaran umum kepada publik dengan mencatatkan oversubscribe sebanyak 2,6 kali," kata Iwan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/10).

Sekitar 60 persen dana bersih dari hasil IPO ini akan digunakan oleh GMF untuk mendanai rencana ekspansi. Sekitar 15 persen untuk refinancing, dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja. 

Iwan mengungkapkan, IPO merupakan langkah strategis bagi GMF untuk mewujudkan visi menjadi Top10 MRO in The World dengan revenue mencapai USD 1 miliar di 2021 dan mendukung perekonomian Indonesia.

"GMF siap menjadi kebanggaan bangsa dan memberi kontribusi pada negara. Melalui pengembangan usaha kami, kami akan meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta membayar pajak lebih banyak."

(Merdeka.com)

Related

Berita Ekonomi 4605546081054088029

Post a Comment

item