Klungkung Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Piagam Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly, Kepada Asisten I Ida Bagus Sudarsana di Grand Ball Room, Hotel The Sunan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (10/12).

Penghargaan ini yang ketiga kalinya untuk Pemkab Klungkung, berturut-turut sejak 2015. Presiden Joko Widodo turut hadir dan secara simbolis melakukan penyerahan penghargaan kepada sejumlah gubernur dan bupati wali kota. Ada 351 dari 515 kabupaten/kota berpartisipasi dalam pemenuhan HAM. Namun, berdasarkan SK HAM-UM.01.03-53, hanya 232 kabupaten/kota berkategori peduli HAM dan 64 kategori cukup peduli HAM.

Klungkung merupakan salah satu kabupaten penerima penghargaan peduli HAM karena lulus kriteria penilaian. Tahun ini Klungkung memperoleh nilai total 85,54. Di antaranya hak atas kesehatan, hak atas pendidikan serta hak perempuan dan anak yang mendapat nilai tinggi.

Namun yang masih bernilai rendah hak atas kependudukan dan hak atas pekerjaan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui hal ini akan menjadi PR-nya ke depan. Dirinya akan memberikan perhatian serius untuk masalah ini, sebab pemerintah tidak ingin terjadi penindasan dalam hal apapun serta memjamin setiap masyarakat agar menggunakan haknya dengan baik. Penghargaan yang diterima kembali ini, juga berkat upaya bersama dengan dukungan program Gema Santi.

Sementara itu, PDAM Klungkung meraih Perpamsi Award tahun 2017 sebagai Peringkat Terbaik II untuk kategori operasional terbaik kabupaten berpenduduk 200.000-500.000 jiwa. Penyerahan penghargaan oleh Kepala BPPSPAM Kementerian PUPR kepada Direktur PDAM Klungkung Nyoman Renin, didampingi Sekda Gede Putu Winastra, Rabu (6/12).

Penyerahan penghargaan di sela-sela Musyawarah Kerja antar Perusahaan Air Minum Nasional (MAPAMNAS) XIII di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pekan lalu. Hal itu  dilaporkan Dirut PDAM Klungkung Nyoman Renin kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (11/12), di ruang kerja Bupati.

Renin mengatakan, penilaian dilakukan oleh Badan Pendukung Penyelenggaraan Sistem Penyelenggaraan Air Minum Pusat. Kriteria yang dinilai mulai dari manajemen dan cakupan pelayanan. Cakupan pelayanan inilah yang memperoleh nilai tertinggi dimana cakupan pelayanan tahun ini meningkat 10, 4% menjadi 80,41%. Bupati Suwirta mengapresiasi atas capaian PDAM Klungkung, namun Suwirta mewanti-wanti untuk jangan berpuas diri. Menurutnya, ‘PR’ PDAM Klungkung masih banyak, di antaranya banyak warga utamanya di Nusa Penida yang belum memperoleh sambungan air PDAM serta meningkatnya jumlah keluhan pelanggan akibat bencana erupsi Gunung Agung.  



sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 3111252720933326751

Post a Comment

item