Mulai Tahun 2018, BPOM Buka Kantor di 40 Kabupaten-Kota


Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) RI, Penny K. Lukito mengatakan bahwa mulai 2018 mendatang pihaknya akan menambah kantor perwakilan di daerah.

"BPOM akan hadir di kabupaten/kota sebanyak 40 wilayah untuk tahap pertama. BPOM akan semakin dekat dengan masyarakat, penguatan aspek infrastruktur pun akan semakin kita perluas," kata Penny di kantor BPOM RI, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Menurut Penny, sesuai dengan program Presiden Joko Widodo yang telah dicanangkan, pemberantasan penyalahgunaan obat dan makanan terlarang pada 2018 akan semakin diintensifkan dan diefektifkan.
"Melalui peraturan pengawasan obat dan makanan akan kita tambahkan terkait dengan pengaturan jual beli aspek keamanan dari obat dan makanan. Termasuk vitamin, suplemen, kosmetik dan obat tradisional," kata dia.

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM RI, Hendri Siswadi mengatakan bahwa selama ini BPOM di daerah hanya berada di tingkat provinsi.
BPOM belum sama sekali menyentuh wilayah kabupaten/kota karena keterbatasan anggaran.

"Kita punya 33 BPOM di daerah, targetnya ya semua punya. Dari ratusan kabupaten/kota belum ada saat ini, dananya tidak ada. Kalau duitnya ada lebih baik. Tapi tahun 2018 ini akan ada," ujar Hendri.

Menurut Hendri, dukungan agar BPOM melebarkan pengawasannya terhadap obat dan makanan terlarang di daerah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

"Tahun ini kita insya allah dapat dukungan banyak, pemerintah daerah juga mendukung, ada yang hibah tanah ke kita, kurang tenaga juga dibantuin. Orang mulai sadar obat dan makanan, menyangkut kita semua," ucap dia.

(kompas.com)

Related

Indonesia 8009324369660329915

Post a Comment

item