Suwirta-Kasta Genjot PAD Klungkung Naik 118,53 Persen

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Pemkab Klungkung memperingati 4 tahun kepemimpinan Bupati I Nyoman Suwirta-Wakil Bupati I Made Kasta, 16 Desember 2017 ini, dengan menggelar hiburan rakyat berupa pertunjukan seni dan bondres, di panggung terbuka depan Monumen Puputan Klungkung, Jumat (15/12) malam. Terungkap, selama 4 tahun kepemimpinannya, banyak hal yang telah dilakukan Paket Suwasta (Suwirta-Kasta) untuk mewu-judkan visi misi ‘Klungkung yang Unggul dan Sejahtera’. Bahkan, PAD Klungkung naik hingga 118,53 persen.

Hiburan rakyat di Lapangan Puputan Klungkung, tadi malam, diisi pergelaran lawak bertajuk “Bondres Zaman Now’, dengan melibatkankan Cedil, Petruk, Celokontong Mas, Denok, dan Dogler. Uniknya pemeran patih dalam pementasan bondras semalam dimainkan masing-masing Camat se-Kabupaten Klungkung. Selain itu, hiburan rakyat semalam diisi juga aneka musik yang dibawakan sejumlah artis Pop Bali, seperti Ray Peni.

Bupati Nyoman Suwirta sempat pidato di sela acara hiburan rakyat memperingati 4 tahun kepemimpinan Paket Suwasta tadi malam. Menurut Bupati Suwirta, ternyata Sabtu (16/12) ini, dirinya bersama Made Kasta genap 4 tahun mengabdi untuk Klungkung. 

“Tapi, bapak-ibu mungkin tidak mengetahui bagaimana sesungguhnya perasaan kami setelah 4 tahun melayani masyarakat Klungkung. Kami rasakan, rasanya baru kemarin kami dilantik. Ini menandakan bahwa kami sangat menikmati pekerjaan dan melaksanakan amanah yang diberikan masyarakat kepada kami,” ujar Bupati asal kaasan seberang Banjar Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung ini.

Menurut Suwirta, sedikit pun tidak ada perasaan lelah, tidak ada perasaan bosan. Masa pengabdian periode pertama masih tersisa setahun, itu pun nanti akan dikurangi masa Pilkada Klungkung 2018. Selama 4 tahun melayani masyarakat, kata Suwirta, dirinya berusaha untuk tidak menyebut dan merasa sebagai seorang Bupati, biar tidak ada sekat dengan masyarakat. “Selama ini, komunikasi kami dengan masyarakat dan Pak Wakil Bupati hampir tidak ada jarak,” tegas Suwirta.

Suwirta memaparkan, nomer teleponnya selalu standby 24 jam melayani masyarakat. Kemudian, bagi masyarakat Klungkung yang suka main medsos, mungkin tidak susah lagi kalau mohon penjelasan maupuan menyampaikan kritik dan saran melalui medsos. “Karena Facebook saya kelola sendiri, menjadi admin sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Suwirta juga memaparkan sejumlah hal yang telah dikerjakannya selaku Bupati Klungkung. Disebutkan, PAD Klungkung naik 118,53 persen dari 2013 ke 2017. Pada awal kepemimpinannya tahun 2013, PAD Klungkung hanya mencapai Rp 67,40 miliar. Tapi, di tahun 2017 ini, PAD Klungkung melonjak jadi Rp 139,25 miliar.

Sejumlah pasar juga telah dibangun, seperti Pasar Kabupaten yang terdiri atas Pasar Seni Semarapura, Pasar Grosir Galiran, Pasar Kusamba, dan Pasar Mentigi. Sedangkan pasar desa yang telah dibangun, antara lain, Pasar Desa Bakas, Pasar Desa Besan, Pasar Desa Dawan Kelod, Pasar Desa Toya Pakeh, dan Pasar Desa Ped (Nusa Penida). Di sektor pendidikan, pada masa kepemimpinan Suwirta telah diberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Juga ada peningkatan sarana prasarana pendidikan, seperti pemberian seperangkat alat musik marching band dan gong baleganjur. “Program angkutan siswa gratis juga diluncurkan, kami rancang penegerian TK (satu desa satu TK Negeri),” beber Suwirta.

Di bidang kesehatan, telah dilakukan peningkatan kualitas layanan RSUD Klungkung dan seluruh Puskesmas. RSUD Klungkung kini statusnya meningkat dari tipe C menjadi tipe B. Dengan peningkatan status ini, otomatis kualitas pelayanan dan sarananya pun meningkat. Begitu pula dengan Puskesmas di Klungkung, yang kini mampu melayani persalinan dan rawat inap. Selain itu, juga memberikan pelayanan gratis mobil ambulans dan tenaga medis 24 jam, serta telah diluncurkan Kring Sehat (Kris) 118.

Di bidang pelayanan administrasi penduduk, telah diluncurkan program Kawismara (pemberian akte perkawinan saat melaksanakan upacara perkawinan), Belananda (begitu lahir anak mendapatkan akte kelahiran), dan Pitra Bakti (program aksi pelayanan terintegrasi untuk penerbitan akta kematian). Program layanan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini pun telah diakui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Inovasi bidang pertanian dan pangan, telah diluncurkan program ‘Beli Mahal Jual Murah’. Di sini, pemerintah melalui KUD yang telah ditunjuk membeli gabah kering panen seharga Rp 4.900-Rp 5.000/kg (Lebih mahal dari HET Rp 3.750/kg). Harga jual kepada pegawai Pemkab Klungkung menjadi Rp 9.500-9.600/kg (masih lebih murah dari harga pasaran Rp 9.850-10.000/kg). Selain itu, diluncurkan pula program Gemarikan, sebuah program untuk meningkatkan konsumsi ikan kepada masyarakat.

Di sektor pariwisata, telah diluncurkan program paket wisata City Tour, pagelaran berbagai festival setiap tahunnya, dan program Klungkung Menari setiap akhir bulan dengan berbagai pegelaran seni yang menarik. Untuk mendukung sektor ini, telah dirancang pula Pelabuhan Segi Tiga Emas yang nantinya berfungsi mempermudah pengawasan dan pendataan kunjungan wisata ke Nusa Penida.

Pelabuhan Segi Tiga Emas nantinya berfungsi sebagai gerbang perekonomian Nusa Penida yang akan memperkuat konektivitas ekonomi klungkung daratan dengan Nusa Penida. Inovasi bidang pemerintahan, Pemkab Klungkung saat ini tengah menjalankan program Yowana Gema Santi. Ini merupakan program pendamping desa, di mana disetiap desa akan ditempatkan seorang pionir yang bertugas untuk memberikan pendampingan dan motivator.

Sementara itu, Ketua Forum Perbekel Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Alit Negara, mengatatakan selama 4 tahun kepemimpinan Suwirta-Kasta, program-program yang sudah dilakukan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dengan penerapan aksi Gema Santi (Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif). Namun, selama 5 tahun memimpin, tentu masih ada beberapa hal yang tengah proses pengerjaan. 

“Mudah-mudahan, masyarakat Klungkung menginginkan lagi periode kedua kepemimpinan Suwirta-Kasta. Itu tergantung masyarakat. Tidak perlu Bapak dikampanyekan lagi, karena masyarakat sudah tahu secara nyata,” ujar Alit Negara yang Perbekel Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung dua periode kepada NusaBali, Jumat kemari. 



sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 1812653474768122479

Post a Comment

item