Tak Bisa Dicegah, Ini Sebenarnya Penyebab Stretch Marks


Ketika Stretch Marks Jadi Kebanggan Lewat Hestek #LoveYourLines

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Banyak orang berusaha untuk menghilangkan stretch marks dengan berbagai cara. Ada juga yang berusaha mencegahnya, sebelum stretch mark terjadi--misalnya dengan mengoleskan losion secara rajin saat hamil.
Namun sayangnya, semua itu bisa jadi sia-sia. Menurut riset yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology, genetik ternyata memiliki peran penting dalam menentukan apakah Anda akan memiliki stretch marks atau tidak.

Banyak orang berusaha untuk menghilangkan stretch marks dengan berbagai cara. Ada juga yang berusaha mencegahnya, sebelum stretch mark terjadi--misalnya dengan mengoleskan losion secara rajin saat hamil.
Namun sayangnya, semua itu bisa jadi sia-sia. Menurut riset yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology, genetik ternyata memiliki peran penting dalam menentukan apakah Anda akan memiliki stretch marks atau tidak.

Elastin

Salah satu gen tadi, ELN (alias elastin) adalah yang paling kuat hubungannya dengan stretch marks, terutama saat kehamilan. Elastin adalah komponen utama dari serat elastik, yang membantu jaringan tisu meregang dan kembali.
Jadi, walaupun tekanan ekses pada kulit adalah penjelasan singkat untuk stretch marks, beberapa orang lebih rentan mengalaminya dibanding yang lain, ujar penulis penelitian, Joyce Tung, Ph.D., direktur riset di 23andMe.
Misalnya, hanya 25 persen pria dilaporkan memiliki stretch marks, sedangkan ada 55 persen wanita yang memilikinya.
"Sebelumnya, tidak ada varian genetik yang diketahui berhubungan dengan stretch marks," ujar Tung, yang berharap bisa menemukan perawatan yang lebih efektif yang menargetkan pada produksi elastin.

(Liputan6)

Related

Info Unik 487245561693512006

Post a Comment

item