Yuk Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Tahun Baru, di Pasar Badung Telur dan Cabai Mulai Naik


Yuk Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Tahun Baru, di Pasar Badung Telur dan Cabai Mulai Naik

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Jelang Natal dan Tahun Baru, harga-harga beberapa bahan pokok makanan di Pasar Badungmulai merangkak naik.
Berdasarkan pantauan Tribun Bali Kamis (28/12/2017), diketahui beberapa bahan pokok harganya terpantau naik.
Misalnya saja, harga dagang babi yang tetap stabil  sekitar Rp 42 ribu sampai  Rp 50 ribu per kilonya.
Sementara untuk harga ayam broiler masih tetap Rp 34 ribu per kilogram dan harga ini telah sesuai dengan harga rata-rata yang telah dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali pada hari ini.
Berbeda dengan harga telur ayam yang kini satu keratnya mencapai harga Rp 41 ribu per kerat. Dengan harga sebelumnya Rp 36 ribu per keratnya.
Menurut Nugraha, seorang pedagang telur meskipun telur ayam melonjak naik, namun tidak begitu mengurangi penghasilan per harinya.
"Sama dengan hari lainnya untuk sehari telur ayam bisa laku sampai dengan 15 kerat,” ujarnya. Sama halnya dengan telur ayam, semenjak Natal harga telur puyuh yang awalnya  sekitar h Rp 23 ribu-Rp 24 ribu kini naik menjadi Rp 25 ribu per keratnya.
Harga pokok yang ikut naik juga terjadi pada harga cabai rawit merah. Diakui  salah satu pedagang cabai, Swenden, harga cabairawit sekarang sekitar Rp 30 ribu hingga kisaran Rp 40 ribuan per kilonya.
Tapi, untuk Natal dan Tahun Baru, kata dia, diperkirakan  akan naik dan bisa mencapai Rp 50 ribu sedangkan di hari biasa hanya Rp 30 ribu-Rp 40 ribuan. Namun, untuk harga cabai besar diakui  Swenden masih tetap disekitaran Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. 
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, pada Kamis (28/12) harga telur ayam boiler memang naik dari Rp 22 ribu menjadi Rp 24 ribu per 16 butirnya.
Sementara harga telur ayam kampung masih sama antara sebesar Rp 33.075 dan masih sama dengan hari ini. Sedangkan harga daging ayam boiler masih sama sebesar Rp 34 ribu dan daging ayam kampung masih sama Rp 61.250.
Hal ini senada dengan pernyataan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, I Putu Sumantra. Ia mengatakan harga di peternak bahkan cendrung menurun. 
"Kalau sebelumnya harganya mencapai Rp 22 ribu di  peternak. Sekarang itu harganya Rp 20 ribu dan cendrung turun ke Rp 19 ribu. Ia memperkirakan alasan kenaikan harga daging ayam di pedagang itu, karena  pedagang melihat isu-isu pariwisata belakangan ini  yang kian banyak.
"Untuk Natal dan Tahun Baru itu, saya rasa tidak naik tapi karena ada isu seperti ini harga menjadi melonjak. Sebab isu-isu di lapangan itu yang cendrung menaikkan harga di pasar, " ujarnya .
(TribunNews)

Related

Berita Ekonomi 7124987057263632089

Post a Comment

item