Iran: Trump Harusnya Fokus pada Rakyatnya yang Kelaparan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Otoritas Iran menanggapi rentetan komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap unjuk rasa antipemerintah yang tengah berlangsung di negara mereka. Iran meminta Trump untuk fokus pada rakyatnya sendiri daripada menghina Iran.

"Daripada menghabiskan waktu mengirimkan kicauan menghina dan tak berguna soal negara lain, dia (Trump-red) lebih baik mengawasi isu-isu domestik di negaranya sendiri seperti puluhan orang yang tewas setiap harinya... dan keberadaan jutaan orang yang kelaparan dan tak punya rumah," demikian ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, seperti dilansir AFP, Rabu (3/1/2018). 

Dalam komentar terpisah, Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Trump tidak punya hak untuk bersimpati terhadap demonstran Iran. "Seluruh hidupnya melawan negara Iran," sebut Rouhani merujuk pada Trump.

Komentar Iran ini muncul setelah Trump kembali mengomentar situasi terkini di Iran. Trump memuji demonstran Iran dengan menyebut mereka telah bertindak melawan rezim yang brutal dan korup.

"Rakyat (Iran-red) hanya mendapat sedikit makanan, inflasi melonjak dan tidak ada hak asasi manusia. AS mengawasi!" tegas Trump via Twitter.

Lebih lanjut, Ghasemi menyebut Trump sama sekali tidak mendapat dukungan dari Iran setelah menyebut negara itu sebagai 'negara teroris'. 

Sejauh ini, total 21 orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan yang dipicu unjuk rasa antipemerintah di berbagai kota Iran sejak Kamis (28/12) pekan lalu. Sedangkan 450 orang lainnya dilaporkan ditangkap di Teheran dalam beberapa hari terakhir. Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh aksi memprotes perekonomian Iran yang memburuk, namun kemudian bergeser menjadi seruan lengsernya rezim pemerintah Iran secara keseluruhan.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pernyataannya mengomentari unjuk rasa di negaranya menyalahkan musuh-musuh Iran sebagai dalang utama. Khamenei tidak menyebut langsung siapa yang dimaksud musuh Iran tersebut. Namun Wakil Dewan Tertinggi Keamanan Nasional, Ali Shamkhani, menyebut AS, Inggris dan Arab Saudi sebagai pihak-pihak di balik kerusuhan di Iran. 

dikutip dari Detik

Related

Dunia 2433345045058591588

Post a Comment

item