Cerita di Balik Populernya Sepatu dengan Hiasan Manik-manik

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali    Baru-baru ini, sepatu Vans dengan hiasan manik-manik penuh warna di bagian depannya mendapat perhatian publik. Tren sepatu ini sempat viral di media sosial, seperti Instragram dan diminati. 
Adalah seniman asal AS, Charlene Holy Bear yang berada di balik viralnya sepatu ini. Gagasan akan teknik hand-beading di sepatu muncul di dirinya empat tahun lalu menjelang menghadiri agenda tahunan Gathering of Nations di Albuquerque, festival yang juga dikenal sebagai powwow terbesar di Amerika Utara. 
Holy Bear mendapat gagasan akan sepatu itu ketika ingin mendandani putranya Justus yang berusia empat tahun. 
"Saya tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan pakaian yang akan saya pakai, tapi saya ingin putra saya tampak keren, dia punya sepatu Vans baru dan seketika saya punya ide, ketika melihat pola papan catur," ujarnya, seperti dilansir dari Vogue, baru-baru ini. 
Holy Bear lalu memulai teknik hand-beading atau menempatkan manik-manik di bagian depan sepatu. Hasilnya manik-manik penuh warna membuat sepatu itu tak lagi sama. Ada kesan tradisional, tapi juga kontemporer. Para pencinta street-style akan mudah jatuh hati karenanya. 
"Sepatu Vans itu mengingatkan saya akan moccasin tradisional, sekali dikasih manik-manik ada nuansa Indian di baliknya," ujar dia. 
Dengan sepatu tersebut, lalu menjalin rambut Justus, maka ia pun jadi tampak berbeda dan keren. Tak heran banyak orang kata Holy bear yang kemudian ingin berfoto bersama dengannya. 
Salah satu foto tersebut kemudian tampil di Pinterest dan tak lama setelahnya dilihat Amanda Miller, direktur komunikasi PayPal. Ia menghubungi Holy Bear untuk dibuatkan sepasang dan dari situ banyak yang meminta hal sama. Vans pun kemudian mengirimkan sejumlah sepatu untuk ia kerjakan dengan manik-manik. 
Terlahir dari keluarga seniman, Holy Bear memulai teknik tradisional hand-beading pada bonekanya ketika ia berusia lima tahun, dan belajar dari saudarinya Rhonda Holy Bear. Beberapa tahun kemudian, ia ikut berpartisipasi dalam kompetisi Santa Fe Indian Market dan memenangkannya. 
Usai tamat dari University of New Mexico, di mana ia belajar sejarah seni, Holy Bear menghabiskan waktu untuk seni Native America, bepergian dari California ke Ariona, New Mexico, Oklahoma, dan Indiana. 
"Media sosial mengubah segalanya, saya mulai posting foto di Instagram dan orang-orang mulai menghubungi saya untuk memesan beberapa pasang, " tuturnya. 
Holy Bear mengatakan ia menyukai aktivitas menghias sepatu karena itu semacam kekebasan berkreasi baginya. Saat ini ia sedang mengandrungi motif bunga dan sedang bekerjasama dengan Vans. 
Dalam proses pembuatannya, Holy Bear melakukannya sendirian, dari mulai mendesain pola dan memasukkan manik-manik dengan teknik tradisional. Untuk satu pasang sepatu, ia menghabiskan waktu dua minggu. Holy Bear berharap tahun ini mengembangkan kreasinya ke koleksi busana, seperti jaket kulit.






sumber : CNNIndonesia

Related

Gaya Hidup 8231221326817233691

Post a Comment

item