Mengidentifikasi Penyakit dengan Gejala Mirip Stroke

Mengidentifikasi Penyakit dengan Gejala Mirip Stroke

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Tak semua gejala seperti kelumpuhan otot, sulit bicara atau berjalan bisa dianggap menderita penyakit stroke. Beberapa jenis penyakit lain juga memiliki gejala yang sama dengan stroke.


Penyakit stroke punya gejala yang hampir serupa dengan penyakit kejang, kepala migrain, hipoglikemia, pendarahan supdural atau epidural, tekanan darah tinggi atau rendah, Bell's Palsy, tumor otak, multiple sclerosis, gangguan konversi, sepsis, dan bahkan beberapa infeksi.
Data dari Journal of Emergency Medical Services menunjukkan sebanyak 31 persen dari pasien stroke salah didiagnosis mengidap stroke. Kesalahan ini umumnya terjadi lantaran pasien yang kesulitan bicara tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal penyakit yang dideritanya.
Jurnal itu menyarankan agar setiap orang dapat mencatat dengan baik riwayat kesehatannya agar dokter tak salah mengidentifikasi penyakit stroke. Dari penelusuran dari sejumlah sumber, berikut merupakan beberapa jenis penyakit dengan gejala yang mirip dengan stroke.
1. Hipoglikemia
Penyakit ini membuat otak akan kehilangan fungsi seiring dengan hilangnya oksigen atau glukosa. Gejala serupa pada stroke bisa berupa mati rasa sebagian. Perbedaannya adalah penderita stroke masih dapat berbicara walau tak lancar, sedangkan seseorang dengan gula darah rendah hampir selalu memiliki keadaan mental yang berubah. Kondisi ini dapat terus berlanjut dengan kejang-kejang.
2. Perdarahan Subdural atau Epidural
Jenis pendarahan ini terjadi karena ada kumpulan darah di dekat tengkorak yang menekan otak. Pendarahan seperti ini biasanya disebabkan oleh trauma atau kelemahan pada pembuluh darah yang pecah. Sakit kepala sering kali dikaitkan dengan kondisi ini. Seiring pendarahan tumbuh dan terus menekan otak, gejala seperti stroke akan timbul seperti mengalami kesulitan berkomunikasi dan bergerak.
3. Kejang
Kejang-kejang punya ciri-ciri yang sama dengan stroke seperti mati rasa, kesemutan, dan kelemahan di lengan atau tungkai. Setelah gejala ini, biasanya orang yang kejang bakal mengalami kelumpuhan dan membuat sulit bicara dan melihat. Masalah ini bisa berlangsung sampai setengah jam hingga 36 jam.
4. Migrain
Sakit kepala pada tingkat yang parah bisa didahului dengan aura atau sensasi panas. Penyakit ini dapat membuat sulit melihat untuk beberapa waktu, sulit bicara, dan kesemutan.
5. Multiple Sclerosis (MS)
Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Penderita bakal mendapatkan masalah dengan penglihatan, mati rasa, kesemutan, dan kelemahan otot. Gejala ini bisa tampak mirip dengan stroke.










sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 5541297934613267736

Post a Comment

item