Dampak Buruk Orang Tua Selingkuh terhadap Anak

Dampak Buruk Orang Tua Selingkuh terhadap Anak

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Perselingkuhan dikenal membawa dampak negatif pada hubungan dengan pasangan. Orang yang mengetahui pasangannya berselingkuh bisa saja memutuskan hubungan dengan pasangan akibat rasa kecewa. Namun, bagi yang telah memiliki anak, apa dampaknya buat sang buah hati?

"Perselingkuhan orang tua dapat mempengaruhi aspek sosial-emosional anak serta kematangan anak dalam berpikir logis dan rasional," kata psikolog anak Monica Sulistiawati saat dihubungi lewat pesan singkat. 

Aspek sosial-emosional, lanjut Monica, yang dimaksud ialah anak bisa mengalami perasaan sedih yang mendalam, kemarahan, kecewa, atau merasa diabaikan. Selain itu, perselingkuhan juga bisa berdampak langsung terhadap hubungan orang tua dan anak. Orang tua menjadi cepat marah atau tidak memiliki waktu bersama anak. 
"Semakin besar perubahan kondisi relasi orang tua dengan anak akan semakin mempengaruhi kondisi sosial-emosional anak ke arah negatif," tambahnya. 
Lebih lanjut lagi, perselingkuhan orang tua juga membawa dampak pada kematangan anak dalam berpikir logis dan rasional. Perselingkuhan dapat menyebabkan timbulnya irrational thinking atau irrational belief. Irrational belief ialah ide, gagasan serta persepsi negatif yang digunakan anak untuk merespons atau menilai peristiwa yang dilihat atau dialami. 

Perselingkuhan yang dilakukan oleh orang tua bisa membuat anak tidak percaya dengan pernikahan yang sakral, loyalitas, keharmonisan rumah tangga dan juga hal lainnya. 

"Paling parah bisa juga timbul anggapan pada anak bahwa berselingkuh tidak masalah. Ini sangat bahaya dan harus segera ditangani. Jika tidak, perselingkuhan bisa saja berputar saat anak memiliki pasangan. Irrational thinking atau belief akibat perselingkuhan juga sering saya temui pada pasien saya yang mengklaim diri mereka LGBT," jelas Monica. 

Monica menambahkan perselingkuhan orang tua yang diketahui oleh lingkungan sekitar membuat anak rentan mengalami perundungan. Hal ini akan mempengaruhi harga diri dan kepercayaan diri anak. 
Memperbaiki Relasi

Anak memang akan merasakan dampak negatif dari perselingkuhan kedua orang tuanya. Namun, menurut Monica, anak juga mampu memperbaiki relasi kedua orang tuanya. 

"Anak memegang kunci untuk memperbaiki relasi orang tua yang buruk, bisa merekatkan kembali hubungan mereka," katanya. 

Akan tetapi, anak perlu pemahaman lebih mendalam mengenai perselingkuhan tersebut untuk melakukannya. Seorang anak dapat memberikan dukungan kepada salah satu orang tua yang merasa dikhianati. Menurut Monica dukungan yang diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan dari anak. 
Anak juga memiliki hak untuk bertanya kepada orang tua yang berselingkuh untuk mengetahui lebih mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan tidak hanya mendengarkan dari satu pihak. 

"Namun perlu ditekankan, kemampuan pada setiap anak untuk melakukan hal ini berbeda apa lagi remaja. Anak remaja juga memiliki banyak konflik dalam diri mereka sendiri," lanjutnya.
Dia menuturkan apa pun masalah yang terjadi termasuk isu perselingkuhan, orang tua disarankan untuk tetap memberikan dukungan pada anak. Menurut Monica, apapun yang terjadi dalam rumah tangga, anak tetap jadi nomor satu. 

"Ini sangat penting ditekankan kepada anak supaya tidak terbentuk irrational thinking atau belief dan tidak menyebabkan anak rendah diri," tuturnya. 

Di sisi lain, kepedulian lingkungan sekitar sangat diperlukan anak. Orang sekitar sangat diharapkan untuk tidak merundung anak, mencela atau membicarakan keburukan orang tua di depan anak. 


















sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 3206615038930699353

Post a Comment

item