Belanja Barang Jadi Sasaran Efisiensi Anggaran 2019

Belanja Barang Jadi Sasaran Efisiensi Anggaran 2019

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Pemerintah akan berfokus menghemat belanja barang pada pengelolaan anggaran tahun depan. Rencananya, pemotongan belanja barang di berbagai kementerian dan lembaga (K/L) ini akan dialihkan untuk belanja yang lebih prioritas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan beberapa K/L sudah menyampaikan pagu indikatifnya untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Setelah diidentifikasi, ternyata ada pagu indikatif belanja barang sebesar Rp34,1 triliun yang bisa dihemat.

"Presiden meminta anggaran sebesar Rp34,1 triliun direalokasikan ke belanja prioritas. Diharapkan efisiensi ini juga bebas dari korupsi, sehingga hasilnya bisa sebesar-besarnya nyata," jelas Sri Muyani di Istana Bogor, Rabu (18/7).
Rencananya, penghematan belanja barang tahun depan sebesar Rp34,1 triliun ini akan dialihkan untuk sarana dan prasarana yang sudah rusak, salah satunya bangunan sekolah.

Renovasi bangunan sekolah ini akan berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), karena instansi pimpinan Basuki Hadimuljono ini dianggap memiliki kompetensi secara teknis. 

Maka itu, alokasi pemeliharaan sekolah yang biasanya di bawah pagu anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama akan dipindahkan ke bawah Kementerian PUPR.

Selain itu, realokasi belanja barang juga ditujukan untuk pemeliharaan sekolah yang berada di bawah wewenang Pemerintah Daerah. Sebab, penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik masih terbilang lambat. Dari pagu anggaran Rp58 triliun di tahun ini, DAK fisik baru terserap Rp8 triliun.

"Nanti Presiden akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) khusus, untuk hal-hal yang sifatnya konstruksi dan pembangunan fisik ini dikoordinasikan oleh Kementerian PUPR," jelas dia
Selain sekolah, Sri Mulyani juga mempertimbangkan realokasi anggaran belanja barang itu untuk revitalisasi pasar tradisional yang sudah rusak karena bencana alam dan kebakaran. Ini sesuai dengan permintaan Menteri Perdagangan di sela-sela sidang kabinet paripurna di Istana Presiden.

"Kami harapkan dengan realokasi ini, kami bisa menghasilkan dampak nyata dengan uang yang tersedia," ungkap dia.

Hingga semester I 2018, realisasi belanja pemerintah sudah mencapai Rp558,4 triliun atau 38,4 persen dari Rp1.454,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp106,4 triliun merupakan belanja barang.
Adapun, realisasi belanja barang ini sudah mencapai 31,4 persen dari pagu anggaran belanja modal tahun ini Rp338,8 triliun.
























































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 3475354999784041145

Post a Comment

item