Denpasar Bekali 68 Pelatih dengan 'Ilmu Kedokteran'

www.nusabali.com-denpasar-bekali-68-pelatih-dengan-ilmu-kedokteran

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Mereka diberi pelatihan penanganan pertama pada atlet yang mengalami cedera. Para pelatih ini dituntun sebagai ‘dokter’ dalam pelatihan Basic Trauma Life Support 2018, di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Sabtu (28/7). Pelatihan oleh dua narasumber, Dr Adnyana Putra dan Ketut Sassu Budi Satwan. 

Kedua narasumber tersebut  menekankan soal tahapan yang benar dalam memberikan pertolongan pertama kepada atlet. Itu sebagai modal awal dalam memberikan pertolongan. Jika ada sumbatan napas yang berpotensi menghentikan gerakan jantungnya, maka teori pertolongan pertama harus benar. 

Contoh saat ada atlet yang tidurnya ngorok. Itumenurutnya, masuk kategori sumbatan parsial, tertutup kebelakang tapi masih ada celah untuk bisa bernapas. Termasuk saat bernapas ada bunyi, itu pertanda ada cairan di dalam. Ini juga berpotensi menghentikan jantung.  Penanganan simulasi dan langsung praktek kemarin memudahkan pelatih dalam memberikan pertolongan nantinya.

Sekum KONI Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma menegaskan, pelatih adalah orang pertama dan utama yang tahu kondisi atletnya. Baik cedera saat latihan dan saat pertandingan. Pemahaman pelatih sejak awal menangani atletnya cedera harus tepat. Jangan sampai ada kesalahan awal yang berakibat fatal dan memperparah kondisi atlet. 

Contohnya, saat kiper Persela Lamongan Chairul Huda. Saat dalam pertandingan trabakan dengan sesama rekannya. Bisa jadi hal itu akibat salah pertolongan pertama dari sisi medis, sehingga fatal hingga meninggal dunia. “Kami tidak mau seperti itu menimla atlet Kota Denpasar. Makanya kami bekali ilmu kedokteran," terang Erwin Suryadarma. 

Menurutnya, pelatih juga harus paham anatomi atlet. Contoh atlet mendadak sakit kepala tindakan apa yang diambil, ini harus tepat dilakukan pelatih. Contoh lain pada saat atlet patah tulang sebelum dibawa ke para medis. Ini sangat sederhana tapi wajib dilakukan para pelatih.  Apalagi saat ini banyak cabor tarung di Denpasar. Dan itu sangat riskan. Misalnya cabang olahraga tarung derajat, taekwondo, tinju dan cabor keras lainnya yang cenderung adu fisik. 





























sumber : nusabali.com

Related

Olahraga 3226460054803753297

Post a Comment

item