Fisik Stasiun LRT Kelapa Gading-Velodrome Baru 77 Persen

Fisik Stasiun LRT Kelapa Gading-Velodrome Baru 77 Persen


Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome baru mencapai 77 persen. Kendati demikian, pembangunan proyek penunjang Asian Games tersebut diklaim secara keseluruhan sudah mencapai 92 persen. 

"Hari ini saya meninjau LRT yang dikerjakan oleh PT Jakpro. Sekarang (stasiun) 77 persen, 50 persen itu adalah depo, sehingga totalnya 92 persen. Kalau sesuai jadwal, tanggal 10 Agustus sudah bisa digunakan," kata Budi usai menaiki kereta LRT di Stasiun Pulomas, Minggu (15/7).

Budi meninjau Stasiun Kelapa Gading Boulevard didamping Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto. Di Stasiun Kelapa Gading Boulevard, ia menaiki kereta LRT yang sudah dapat digunakan menuju Stasiun Pulomas. 


Satu set kereta terdiri dari dua gerbong yang dapat menampung 260 orang. Sebanyak 16 set kereta yang dikirim secara bertahap itu, sudah tiba seluruhnya di Jakarta, Sabtu (14/7) malam.

Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, kondisi fisik Stasiun Kelapa Gading Boulevard dan Stasiun Pulomas masih jauh dari kata rampung. 

Untuk memasuki area stasiun layang, mesti menaiki anak tangga yang masih kasar. Anak tangga kecili-kecil itu belum dilapisi keramik dan masih berbentuk beton. Penyangga pada bagian kiri dan kanan juga belum di pasang.

Pada area stasiun layang di Kelapa Gading Boulevard, lantai juga belum dibubuhi keramik. Pembatas antara stasiun dan rel kereta juga masih berupa jaring-jaring kain. Tangga untuk penyeberangan di dalam stasiun layang juga masih diberi pembatas jaring.

Beberapa bagian dinding masih ditempeli label proyek. Sebagian atap juga tampak belum terpasang. Fasilitas toilet juga masih belum selesai dengan sempurna.

Kondisi yang serupa juga terlihat di Stasiun Layang Pulomas. 

Sementara itu, kereta yang diimpor dari Hyundai Rotem, Korea Selatan yang berbentuk aerodinamis dengan dominasi warna merah putih sudah bisa beroperasi dengan baik. Hanya saja, saat mengoperasikan kereta tersebut, masinis masih memerlukan arahan dari pekerja Hyundai Rotem.
Selain mengebut pembangunan fisik, Budi juga meminta agar proses sertifikasi atau uji kelayakan mulai segera dilakukan.

"Sekarang saya sudah tugaskan Direktur Prasarana untuk melakukan sertifikasi secara berangsur, jadi yang sudah dikerjakan disertifikasi," tutur Budi.

LRT koridor I fase I itu baru bisa digunakan jika sudah memenuhi standar yang ditentukan lewat sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan.

Adapun terkait tarif, PT Jakarta Propertindo mengaku masih mengkaji. Namun, tarifnya diperkirakan berkisar Rp11-15 ribu untuk melewati lima stasiun yakni Kelapa Gading, Kelapa Gading Boulevard, Pulomas, Pacuan Kuda, dan Velodrome. 













































sumber : CNNindonesia.com

Related

Berita Ekonomi 4569717109063948970

Post a Comment

item