Pengecer Minta Distributor Turunkan Harga Telur Ayam

Pengecer Minta Distributor Turunkan Harga Telur Ayam

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Pedagang eceran telur ayam menyambut desakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar para distributor menurunkan harga jualnya secara perlahan. Pasalnya, harga jual eceran sangat ditentukan oleh harga dari distributor.

"Kami kan mengikuti saja. Kalau harga dari distributor masih tinggi, bagaimana cara kami menurunkan harganya? Nanti yang ada kami nombok," ujar Syarif Hidayatullah (30), seorang pedagang di Pasar Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/7).

Saat ini, Syarif menjual telur ayam ras seharga Rp30 ribu per kilogram (kg). Padahal, sebelum lebaran harga telur masih berkisar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kg.
"Pokoknya, setelah lebaran harga telur naik terus," ujarnya.

Tingginya harga jual bukan tanpa alasan. Syarif menyebutkan harga beli dari distributor saja mencapai Rp27 ribu per kg.

Senada dengan Syarif, Ning Nurcahya (25) meyakini jika harga di distributor melandai, pedagang juga akan menyesuaikan harga telur eceran.

Saat ini, Ning menjual telur ayam ras seharga Rp29 ribu kg dengan modal sekitar Rp26 ribu per kg
"Kalau dari yang punya kandang harga turun, harga di sini juga turun. Kalau di sana masih naik masak sini disuruh nurunin," ujar pria penjual telur di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat ini.

Sepengetahuannya, harga telur dari distributor tinggi akibat pasokan yang terbatas.

"Sampai sekarang belum ada tanda-tanda harga akan turun," ujarnya. 

Dari sisi permintaan konsumen, Ning melihat permintaan masih relatif stabil meski beberapa konsumen mulai mengeluh.

"Ke depannya, semoga harga telur kembali normal lagi," ujarnya
Tak hanya telur, harga daging ayam juga masih tinggi. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Bendungan Hilir, harga satu ekor ayam ras dengan asumsi berat 1 kg hingga 1,3 kg masih berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per ekor.

"Harga ayam masih tinggi banget," ujar Rosyid (30), seorang pedagang ayam di Pasar Benhil.

Rosyid mengungkapkan normalnya satu ekor ayam dengan berat satu kg dijual seharga Rp35 ribu per ekor. Namun, harga ayam dari kandang saja sudah Rp35 ribu.

"Harga naik mulai dari puasa sampai sekarang malah tambah naik," ujarnya.
Menurut Rosyid, tingginya harga daging ayam tak lepas dari kurangnya pasokan. Karenanya, ia yakin apabila pasokan sudah normal harga daging ayam akan kembali normal.

"Harga memang harus turun. Konsumen juga pada mengeluh sih," ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), per hari ini, rata-rata harga telur di pasar tradisional di seluruh Indonesia mencapai Rp26.950 per kg atau turun 0,92 persen dibandingkan kemarin. 
























































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 6978267419684850618

Post a Comment

item