Dokter Anak: Vaksin MR Bantu Cegah Bayi Cacat Lahir

Dokter Anak: Vaksin MR Bantu Cegah Bayi Cacat Lahir

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Di balik kontroversi kehalalan vaksin measless dan rubella (MR), penggunaan vaksin ini diklaim memiliki banyak manfaat bagi anak. Vaksin MR diyakini dapat mencegah bayi cacat lahir sekaligus mencegah timbulnya kerugian materi senilai miliaran rupiah di masa depan.

Dokter spesialis anak Arifianto mengatakan penggunaan vaksin MR dapat mencegah penyakit akibat virus rubella yang menimbulkan kecacatan seperti tuli. Virus rubella sudah terbukti menyumbang kasus bayi-bayi lahir cacat akibat congenital rubella syndrome.

"Yang paling sering (akibat rubella) adalah tuli saraf atau tuli kongenital pada bayi yang dilahirkan," kata Arifianto dikutip dari Antara, Senin (27/8).
Akibat cacat karena rubella itu, Arifianto menjelaskan bayi tersebut mesti memakai alat bantu dengar untuk menunjang hidup. Harga alat bantu standar berkisar mulai dari Rp12 juta. Sedangkan pada kasus tuli berat, anak mesti menggunakan implan koklea yang harganya dapat mencapai Rp145 juta.

Angka itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan akibat kelainan lain yang kerap muncul seperti katarak dan kepala kecil.

"Jadi harganya sangat tinggi. Belum kalau anak itu mengalami katarak kongenital, tidak bisa melihat harus dioperasi juga, belum dia mengalami mikrosefali atau kepala kecil, dia akan terlambat perkembangannya dibandingkan teman-teman sebayanya," tutur Arifianto.

Menurut Arifianto yang merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu,  kondisi kecacatan seumur hidup akibat virus rubella dapat menjadi beban seumur hidup bagi orang tua dan orang-orang di sekitarnya. 

Belum lagi, orang tua atau mesti menanggung biaya untuk terapi dan pengobatan yang tak tanggung-tanggung dapat mencapai jutaan rupia.

"Jadi, bebannya kalau dihitung-hitung setahun bisa mencapai puluhan atau ratusan juta rupiah. Kalau diakumulasi bisa sampai miliaran rupiah dalam belasan tahun ke depan. Dan kalau ada ribuan anak dengan cacat rubella, tinggal dikalikan saja jadi sekian miliar," ucap dokter penulis buku Pro Kontra Imunisasi itu.

Oleh karena itu, Afirianto menilai pemberian vaksin MR penting bagi anak. Pasalnya, kondisi kematian karena campak atau penyakit akibat virus MR menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian cukup tinggi pada anak. Indonesia bahkan termasuk satu dari 10 negara dengan kasus campak terbanyak di dunia.

Arifianto beranggapan jika terus menunda pemberian vaksin MR, campak diprediksi bakal terus mewabah dan angka kematian bakal meningkat.
Di sisi lain, jika ditunda, Indonesia juga tak bisa mencapai komitmen eliminasi campak dan pengendalian rubella.

"Kalau kita tidak mencapai cakupan pemberian vaksin akan terus berlangsung ibu-ibu yang terkena rubella, kemudian bayi lahir cacat, kita tidak bisa mengurangi angka kelahiran cacat," kata Arifianto.




































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 538128022997654564

Post a Comment

item