Menteri Enggar Buka Suara Soal Impor Beras 2 Juta Ton

Menteri Enggar Buka Suara Soal Impor Beras 2 Juta Ton

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita buka suara soal polemik penambahan impor beras sebanyak satu juta ton. Ia mengklaim pemberian izin impor beras terhadap Bulog tersebut diambil bersamaan dengan izin impor sebelumnya dan melalui rapat koordinasi yang sama di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian.

"Bukan ada penambahan (impor). Itu sudah empat bulan yang lalu. Jadi, impor beras 500 ribu ton, 500 ribu ton, dan 1 juta ton. Dan, itu keputusan rakor," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (26/8). 

Ia menjelaskan keputusan impor secara bertahap diambil untuk mengendalikan harga beras sebagai antisipasi kemarau. Ia mensinyalir musim kemarau berpotensi membuat produksi beras turun. 
Dengan stok saat ini, ia menegaskan pemerintah belum berencana untuk melakukan impor beras lagi. Apalagi, Lebaran, yang trennya membutuhkan pasokan beras lebih banyak, sudah lewat. 

"Lebaran cukup. Itu sudah lewat. Jadi, sudah cukup. Ngapain sekarang (impor) kalau barang cukup. Itu kan sudah lewat. Kalau sudah cukup, ya sudahlah," imbuh Enggar. 

Berdasarkan data yang dirilis Perum Bulog, pasokan beras Bulog masih berkisar 1,86 juta ton per Juli 2018. Data itu dirilis Bulog melalui surat yang dikeluarkan pada 9 Agustus 2018 dengan nomor B-1034/11/DO303/08/2018. 
Stok cadangan nasional dinyatakan aman jika Bulog menyimpan 1 juta ton - 1,5 juta ton beras. Surat itu langsung ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani. 

"Stok beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) per akhir Juli 2018 sebesar 1.861.404 ton yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebanyak 1.331.881 ton dan eks impor 529.523 ton. Dengan stok yang dikuasai tersebut Bulog siap untuk melaksanakan penugasan yang diamanahkan pemerintah," tulis data tersebut. 

Untuk mengetahui jumlah cadangan beras pemerintah yang dimiliki Bulog, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Bulog terjun langsung ke lapangan mengumpulkan cadangan beras pemerintah langsung dari petani. 
Hasilnya, terhitung Selasa (21/8) pukul 10.00 WIB, diketahui jumlah cadangan beras pemerintah meningkat hingga 2,027 juta ton atau meningkat sebanyak 166.418 ton dari Juli 2018. 

"Iya jumlahnya naik hanya dalam waktu satu bulan dari Juli hingga Agustus 2018," terang Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi. 

Agung menuturkan cadangan beras pemerintah juga ada di tingkat penggilingan. Tercatat hingga 21 Agustus 2018 terdapat 1,230 juta ton beras masih tersimpan di gudang-gudang penggilingan padi yang besar, sedang atau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Di Jakarta, jumlah stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) diketahui mencapai 44 ribu ton. "Dengan jumlah cadangan beras sebanyak ini, pemerintah tak perlu impor," katanya. 











































sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 5623788308211274126

Post a Comment

item