Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Suwirta Jalin Kerjasama Dengan Jepang

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Guna memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Klungkung, Pemerintah daerah secara gencar telah melakukan pembangunan sejumlah sarana prasarana penunjang pertanian, pemberian bantuan alat pertanian, hingga menciptakan program terobosan seperti Program Beli Mahal Jual Murah dan Program Pemberdayaan beras lokal. Dan kini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjalin keejasama dengan Pemerintah Provinsi Toyama, Jepang untuk mendapatkan bantuan hibah teknologi mesin pompa air  untuk lahan Subak Sema Agung  Banjarangkan yang selama ini mengalami kesulitan air. Pihak Toyama Jepang, dikenal memiliki sejumlah teknologi mesin yang berguna dibidang pertanian.  Untuk mewujudkan hal ini, Bupati Suwirta bersama Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida menemui Konsulat General Jepang di Renon Denpasar untuk menyerahkan proposal permohonan bantuan, Selasa (21/8) lusa.     
Dalam pertemuan tersebut Bupati I Nyoman Suwirta diterima oleh Deputi Konsulat jendral jepang Koichi Ohasi bersama dua orang perwakilan Toyama yakni Koshin Takata, Teppei Asano. Bupati Suwirta melaporkan kondisi lahan pertanian Subak Sema Agung seluas 70 hektar dan terbagi 6 tempek mengalami kesulitan air akibat posisi air sungai tukad Bubuh yang jauh berada dibawah. Mengingat posisi sungai yang berada dibawah sedalam +50m dan kemiringan 80 derajat, maka dibutuhkan mesin pompa khusus yang dapat mengangkat air sungai tersebut. “Saat ini lahan subak Sema Agung hanya bisa ditanami dua tahun sekali, dengan bantuan mesin dari Toyama dan telah dilakukan kajian, maka akan bisa ditanami setahun sekali.” Ujar Bupati Suwirta.  
Kadis Pertanian I B. Juanida dalam kesempatannya juga menyampaikan, pihak Toyama telah melakukan survey dilokasi, dan dari survey tersebut diputuskan penggunaan mesin pompa dengan tenaga Solar Cell atau energi matahari. Mesin ini memiliki kapasitas  16,6 liter/detik dan nantinya akan mampu mengairi ¼ dari keseluruhan subak Sema Agung. “ Dengan mesin dari Toyama ini diharapkan akan dapat mendukung mesin yang sudah ada sebelumnya di subak Sema Agung.” Ujar Kadis IB. Juanida. Ditambahkan selama ini para petani menggunakan tiga buah mesin pompa konvensional guna mengangkat air dari sungai. Tapi mesin ini hanya mampu mengangkat sedikit air serta membutuhkan dana operasional yang besar untuk pemenuhan bahan bakarnya. “90% proposal kita telah disetujui baik itu oleh pihak Toyama maupun Konsulat, mudah mudah bantuan hibah ini bisa segera terealisasi,” Ujarnya optimis.   
Menanggapi laporan tersebut Deputi Konsulat jendral Jepang, Koichi Ohasi yang telah fasih berbahasa Indonesia ini mengaku mengerti akan keadaan yang dialami para petani subak Seme Agung. Konsulat General Jepang akan dengan senang hati untuk menerima proposal ini untuk selanjutnya melaporkan ke kedutaan besar Jepang di Jakarta.  “Kami Konsulat General Jepang akan sangat senang bisa membantu Kabupaten Klungkung untuk mewujudkan bantuan hibah mesin ini,” ujar Deputi Konsulat jendral Jepang Koichi Ohasi. 

Related

Warta Semarapura 3691253700621017779

Post a Comment

item