Ditarget Perak, Lifter Ketut Ariana Cedera Jelang Asian Games

www.nusabali.com-ditarget-perak-lifter-ketut-ariana-cedera-jelang-asian-games

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  I Ketut Ariana, 28, menjadi satu-satunya lifter angkat besi asal Bali yang dipercaya membela kontingen Indonesia dalam Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018. Oleh PB PABSSI, Ketut Ariana ditarget mampu sabet medali perak di ajang pesta olahraga multievent empat tahunan se-Asia ini. Sayangnya, Ketut Ariani yang amat diandalkan di Kelas -77 Kg Putra justru sempat cedera menjelang Asian Games 2018.

Bagi Ketut Ariana, ini untuk kedua kalinya dipercaya membela kontingen Merah Putih di ajang Asian Games. Sebelumnya, lifter angkat besi kelahiran Jembrana, 6 September 1990, ini juga tampil dalam Asian Games XVII 2014 di Inchoen, Korea Selatan. Kala itu, Ketut Ariana belum mampu mempersembahkan medali bagi Merah Putih.

Kali ini, Ketut Ariani tampil ke Asian Games 2018 dengan modal percaya diri sebagai peraih medali emas SEA Games 2017 di Malaysia. Selain itu, lifter asal Banjar/Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana ini juga sukses sabet medali perunggu dalam Test Event Asian Games 2018 di Jakarta.

Hanya saja, persiapan Ariana menuju pesta akbar Asian Games 2018 mengalami sedikit gangguan. Dia sempat mengalami cedera bahu, akhir Juli 2018 lalu. "Persiapan saya sebenarnya sudah bagus, tapi akhir bulan kemarin saya cedera bahu. Otot saya robek dan saat ini dalam proses penyembuhan,” kata Ariana kepada NusaBali di Jakarta, beberapa hari lalu. 

Meski begitu, Ariana optimistis bisa memetik hasil terbaik dalam Asian Games 2018. Ditarget KONI Pusat meraih perak, Ariana berharap juga jawara di Kelas -77 Kg Putra. “Saya nanti tampil, karena sudah entry by name. Saya ingin persembahkan yang terbaik untuk negara," ujar anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga pasangan Ketut Sukita dan Wayan Manis ini.

Ariana memaparkan, ketika seleksi nasional untuk penentuan tim inti angkat besi Asian Games, 28 Juli 2018 lalu, penampilannya cukup gemilang. Ariana mampu melakukan angkatan total 344 kg. Bahkan, Ariana sukses memecahkan Rekornas angkatan snatch atas nama Sandow W Nasution yang sudah bertahan selama 10 tahun. 

Angkatan snatch Sandow Nasution sebelumnya adalah seberat 153 kg, yang diciptakannya saat Olimpiade Beijing 2008. Kemudian, Ariana memecahkan Rekornas milik Sandow itu dengan angkatan snatch seberat 154 kg saat Test Event Asian Games 2018. Atas keberhasilannya itu, Ariana digadang-gadang bisa memperoleh medali perak di Asian Games 2018.

Untungnya, di Kelas -77 Kg Putra Asian Games 2018 nanti, pesaing Ariana sedikit berkurang menyusul larangan terhadap lifter China untuk bertarung. Ariana tinggal bersaing dengan lifter andalan Thailand. Ariana yakin bisa menang dan skaligus sabet medali emas, karena sebelumnya sudah mampu kalahkannya lifter Thailand itu saat SEA Games 2017.

"Sebelum cedera saya target minimal perak, karena lawan terberat Thailand dan saya sudah mengalahkan dia di SEA Games 2017. Sementara atlet China masih terkena larangan bertanding. Dengan cedera ini, angkatan saya kurang maksimal, sehingga PB PABSSI menargetkan saya meraih perak atau perunggu. Tapi, saya ingin yang terbaik," ujar ayah satu anak dari pernikahannya dengan Kadek Diah ini.

Ariana memaparkan, selama proses penyebuhan cederanya, dia sempat bertemu mantan pejudo nasional yang kini menjadi bintang film laga, Joe Taslim. Nah, Joe Taslim itu memberikan motivasi kepada Ariana. "Menurut Jose Taslim, memang kerap ada masalah menjelang pertandingan. Namun, jangan sampai masaklah itu jadi penghalang. Tetaplah semangat dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa," katanya.

Menurut Ariana, pesan Joe Taslim itu sangat memotivasi dirinya. Ariana yakin ketika pertandingan angkat besi Asian Games 2018 dimulai, dirinya sudah fit kembali. Saat berlaga nanti, istri dan anaknya yang baru berusia setahun tidak datang ke Jakarta untuk menyaksikan perjuangannya. “Masalahnya, anak masih kecil. “Yang terpenting, mereka mendoakan saya dari rumah,” tandas Ariana.

Ketut Ariana sendiri mengenal olahraga angkat besi dari kakak sepupunya di Panti Asuhan Darma Jati, Jembrana. Kebetulan, kakak sepupunya itu menekuni angkat berat, tapi belum sempat mencatatkan prestasi. Karena potensinya cukup besar, Ariana kemudian dilirik pelatih angkat besi Bali, Nyoman Ari Suryawan, sekitar tahun 2004. Demi menarik minat Ariana latihan angkat besi di GOR Ngurah Rai Denpasar, Ari Suryawan tidak sungkan merogoh kocek sendiri. "Setiap latihan, saya dikasi uang Rp 5.000 oleh Pak Ari Suryawan. Itu membuat saya semangat terus berlatih," kenang Ariana.

Setahun ditangani pelatih Ari Suryawan, Ariana ikut Kejurnas Angkat Besi Junior 2005. Itulah kejuaraan pertama yang diikutinya. Ariana langsung sukses meraih medali perunggu. Setelah naik ke jenjang senior, prestasi Ariana baru melejit dalam Kejurnas Angkat Besi 2010 ketika sukses sabet medali emas.

Pada 2012, Ariana masih sebagai cadangan tim angkat besi untuk Olimpiade. Dia juga jadi cadangan tim angkat besi SEA Games 2013. Kala itu, Ariana menjadi cadangan bagi Deni di Kelas 69 Kg Putra. Pada SEA Games 2015, angkat besi tidak dipertandingkan. Walhasil, Ariana buat kali pertama membela kontingen Indonesia di SEA Games 2017. Hasilnya pun membanggakan: Ariana sukses sabet medali emas Kelas -77 Kg dalam SEA Games 2018. 

































sumber : nusabali.com

Related

Olahraga 5738867805529800044

Post a Comment

item