Arab Saudi Tawarkan Bantuan ke Pakistan US$6 Miliar

Arab Saudi Tawarkan Bantuan ke Pakistan US$6 Miliar

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Pemerintah Pakistan menyebut Arab Saudi setuju memberikan bantuan senilai US$3 miliar dalam valuta asing (valas) dan US$3 miliar dalam pembayaran impor minyak yang ditangguhkan. Bantuan tersebut diberikan dalam jangka waktu satu tahun, guna membantu krisis neraca transaksi berjalan negara tersebut. 

Bantuan US$ 6 miliar ini melebihi perkiraan oleh para analis dan kemungkinan akan mengurangi kebutuhan dana talangan (bailout) yang diterima Pakistan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Kesepakatan Saudi datang ketika Perdana Menteri baru Pakistan Imran Khan menghadiri konferensi investasi Saudi yang telah diboikot oleh beberapa pemimpin lain atas kematian Jamal Khashoggi di konsulat negara itu di Istanbul.


Khan mengatakan sebelum berangkat bahwa negaranya 'putus asa' untuk menopang cadangan mata uang asingnya, yang berada pada level terendah empat tahun terakhir. Saat ini, cadangan devisa negara tersebut hanya setara dengan impor kurang dari dua bulan dan hampir tidak cukup untuk membuat pembayaran utangnya melalui sisa dari tahun.
Menteri Keuangan Asad Umar bulan ini meminta pembicaraan dengan IMF untuk bailout kedua dalam lima tahun. Tim IMF akan mengunjungi Pakistan untuk membuka negosiasi pada 7 November.

Kendati demikian, Khan berusaha untuk menghindari pergi ke IMF dan masih ingin setidaknya mengurangi ukuran bailout dengan mengajukan permintaan bantuan ke "negara sahabat".

Khan telah mengunjungi Arab Saudi bulan lalu dalam perjalanan kenegaraan yang pertama sejak menjabat pada Agustus. Namun, perjalanan itu gagal menghasilkan bantuan berarti meskipun laporan media Pakistan tentang perjanjian tentang pembayaran minyak yang ditangguhkan.
Kementerian Luar Negeri Pakistan kemudian pada Selasa malam(23/10) mengatakan kunjungan terakhir cukup sukses.

"Disepakati Arab Saudi akan menempatkan sebesar US$ 3 miliar untuk jangka waktu satu tahun sebagai dukungan untuk mencapai keseimbangan neraca pembayaran," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, disepakati pula penangguhan pembayaran impor minyak hingga $ 3 miliar selama satu tahun.

Khan dijadwalkan juga akan mengunjungi China minggu depan.

Para pejabat Pakistan telah khawatir Amerika Serikat, yang telah berpihak kepada Islamabad akan mendorong IMF untuk memberlakukan syarat-syarat yang keras di Pakistan.


















sumber : CNNIndonesia.com

Related

Berita Ekonomi 8215452186453656135

Post a Comment

item