Wabah Meningitis Babi Telah Sampai Tabanan Bali, Warga Mengaku Tuli!


BREAKING NEWS: Wabah Meningitis Babi Telah Sampai Tabanan Bali, Warga Mengaku Tuli!

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Kasus warga yang terkena penyakit Meningitis Streptococcus Suis (MSS) atau meningitis babi Di Desa Sibang Gede, Kecamatan Badung beberapa waktu lalu juga terjadi di Tabanan.
Kasus serupa ditemukan di Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.
Korban atas nama I Gusti Putu Sujana (65) tahun mengalami sakit panas setelah membuat dan menyantap olahan makan dari daging babi berupa lawar mentah dan kuah komoh pada tanggal 24 Februari 2017 di rumah tetangganya saat ada upacara ritual.
“Sekitar tanggal 7 maret paman saya mengeluh badanya panas, tanggal 8 maret sempat diperiksa ke Puskesmas Tabanan I dan tanggal 9 maret dibawa ke RS Wisma Prasanthi Tabanan hingga dirujuk ke RSUP Sangglah,” kata I Gusti Made Putra Wirata keponakan korban, (12/3/2017).
Dijelaskannya, pamannya yang bekerja sebagai buruh bangunan memang senang menyantap lawar mentah dan kuah komoh.
Untuk olahan daging babi mentah yang dibuat oleh Sujana di rumah I Gusti Nyoman Suardana yang akan melaksanakan upacara ritual Nyakap sawah juga dibagikan kepada warga lain yang datang.
“Mungkin paman saya kondisi tubuhnya sedang tidak fit sehingga terkena sakit itu (Meningitis Streptococcus Suis red),” jelasnya.
Saat masih di rumah, Sujana sempat tuli karena ketika diajakan berkomunikasi tidak nyambung.
Selain itu, kondisinya panik dan kerap kali marah-marah.
“Akhirnya keluarga bawa ke rumah sakit, setelah diperiksa dan sempat diberi obat antibiotik, langsung dirujuk ke RSUP Sanglah,” terang Putra Wirata.   
Tidak hanya Sujana, warga Banjar Pengayehan lain Nengah Mungkrig, diduga terkena meningitis babi.
Saat ini sedang menjalai perawatan di RS Wisma Prasanthi.
Kelian Dinas Banjar Pengayehan, I Gusti Made Astawa (45) menyebutkan, Nengah Mungkrig juga sempat makan lawar mentah dan kuah komoh buatan Sujana.
“Sempat mencicipi kan datang saat upacara ritual di rumah I Gusti Nyoman Suardana. Ciri-ciri sakitnya sama, panas mendadak dan ada kejang-kejang,” ujarnya.
Astawa menyebutkan saat ini kondisi Sujana yang berada di RSUP Sanglah sudah membaik, meskipun sebelumnya sempat panas, kejang dan bagian tengkuk kaku.
Untuk kondisi Nengah Mungkrig disebutkannya masih menunggu pemeriksaan dari dokter.
“I Gusti Putu Sujana sudah positif sudah ada pemeriksaan di tulang belakangnya, Sabtu (11/3) saya sempat jenguk ke Sanglah. Nengah Mungkrig masih menunggu pemeriksaan dokter,” tuturnya.
Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Tabanan, dr Ketut Nariana menyebutkan, ada dua pasien yang sedang dirawat di BRSUD Tabanan yang suspect meningitis babi dan diduga keduanya sempat datang ke upacara ritual di Banjar Pengayehan, Desa Gubug, Tabanan.
“Keempatnya diduga sempat datang ke Banjar Pengayehan sehingga dilakukan sosialisasi dan pemantauan hewan ternak di sana,” ujarnya.
Dua pasien yang suspect dan sedang dirawat di BRSUD Tabanan adalah I Made Sutanaya (50) beralamat di Banjar Gubug Belodan, Desa Gubug, Tabanan.
Masuk ke BRSUD Tabanan tanggal 8 maret 2017. Keluhannya penurunan kesadaran, panas dan sekarang mengeluh tuli.
Mengaku sempat makan komoh babi.
I Made Arimbawa (48) beralamat di Dusun Gadung Sari, Desa Munduk Pakel, Kecamatan Selemadeg Timur.
Mengeluh pundak kaku, masuk ke BRSUD Tabanan 10 maret 2017.
“Kedua pasien sudah diperiksa dan menunggu hasil laboratorium. Made Arimbawa juga merupakan peternak babi,” ujar dr Nariana.
(Tribunnews)

Related

Seputar Bali 3654088929487977096

Post a Comment

item