Laga Para pemain Legenda Mitra Devata dan Persib Legend , Adu Kuat Roby Darwis dan Bayu Sutha


Laga Para pemain Legenda Mitra Devata dan Persib Legend , Adu Kuat Roby Darwis dan Bayu Sutha

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Banyak hal positif yang dilakukan para legenda bola Bali bersama Mitra Devata. Seperti Made Sony Kawiarda, Bayu Sutha, Ida Bagus Mahayasa, dkk yang tergabung dalam komunitas Mitra Devata, di usaianya yang tak lagi muda, mereka tetap bermain bola sebagai hiburan.
Apa yang dilakukan para legenda Bali ini wajib dituru, terlebih soal menjaga semangat dan mempererat persaudaraan. "Resmi" berkumpul kembali di 2015 dengan nama Mitra Devata, mereka tetap setia pada sepakbola untuk menjaga kebigaran fisik.
Bermodal semangat, Mitra Devata baru-baru ini mengawali kiprah silaturahmi bola di tahun 2017 dengan melawat ke Kota Bandung, Jumat (28/4/2017) lalu. Mereka berkunjung untuk bersilahturmami dengan legenda sepakbola Persib Bandung di Jawa Barat, seperti Robby Darwis mantan Kapten Timnas Indonesia, Asep Dayat, Suwita Pata, dan juga Budiman Yunus.
Tak hanya itu, ternyata ada trofeo di Bandung yang diikuti Mitra Devata bersama Maros All Star (kumpulan legenda bola dari Sulawesi Selatan). Mitra Devata menyapu semua pertandingan. Yang mengesankan, yakni fisik dan kebugaran legenda Bali ini tetap terjaga di usia yang rata-rata di atas kepala empat.
Seperti Made Sony Kawiarda (mantan pelatih Persegi dan pemain Niac Mitra), Pasek Alit (Persis Solo) , Bayu Sutha (eks Timnas Indonesia dan Persib Bandung), Purwanto Iman Santoso (UMS Jakarta), Gangga Mudana (eks Persija Jakarta), Komang Mariawan (eks PSPS Pekan Baru), Ida Bagus Mahayasa (eks Gelora Dewata), Made Mutra (Perseden Denpasar), Wayan Kartadnya (eks striker Persegi Gianyar), dkk.
Rata-rata semuanya bermain selama tiga hari. Apalagi, mereka yang tiba di Bandung sore hari, malamnya langsung melakoni pertandingan di lapangan Football Plus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sony Kawiarda dkk mampu melewati setiap laga dengan hasil kemenangan. Meski terlihat sebagian lawan usia jauh di bawah mereka, tapi justru kecerdikan para pemain usur ini mampu mengalahkan yang muda.
Ada tips di mana mereka bisa tetap bertahan dan bugar, meski bermain dengan sistem trofeo (tiga kali) 30 menit. Mengatur tempo bermain, passing tepat ke kaki rekan tim, menumpuk di area gelandang untuk merebut bola dari lawan, membangun serangan dari lini belakang dari kaki ke kaki hingga tercipta gol.
Akurasi passing dan umpan menjadi nomor satu dari para legenda bola ini. Di usia senja, mereka dilatih untuk tetap menjaga akurasi. Sepanjang laga, tidak terlihat mereka membuat pergerakan yang menguras fisik. Mereka bergerak efektif dan efisien mengandalkan pengalaman dan sentuhan bola yang masih sempurna.
Mereka tetap menjaga fisik dengan mengatur pola makan dan istirahat. Rata-rata tidur tepat pukul 22.00 Wita. Makan tepat waktu dan konsumsi banyak sayuran, ikan, dan daging disesuaikan porsi fisik yang terkuras.
Semisal legenda Bali, Bayu Sutha, tetap menjaga fisik dengan mengonsumsi ala vegetarian, ikan, sedikit daging, dan menghindari nasi putih. Ternyata kunci pola makan dan asupan yang membuat Bayu Sutha tetap bugar hingga sekarang.
Bersama komunitas legenda Bali Mitra Devata, Bayu Sutha kokoh sebagai center back dan mampu menciptakan kemenangan bagi tim ini. Laga pertama, Mitra Devata berhadapan Seven Three Bandung yang diperkuat Dede Rohadi, Budiman Yunus era tahun 2007-2008. Kedua pemain ini seangkatan dengan legenda Bali, Komang Mariawan dan Gangga Mudana yang memperkuat Mitra Devata.
Laga perdana ini dimenangkan Mitra Devata 2-0 atas Seven Three. Dua gol komunitas asal Pulau Dewata ini dicetak Rafik Armawan dan Komang Mariawan. Karena sistem trofeo, setelah itu, Mitra Devata bersua dengan Maros All Star asal Sulawesi Selatan. 5-0 berhasil disarangkan Purwonto Iman Santoso dkk ke gawang lawan.
Gol pertama dicetak, Rafik Armawan, kedua IB Mahayasa, ketiga Gustavo Chena, keempat (penalti) Purwanto Iman Santoso juga Koordinator Mitra Devata, dan kelima Edi Supriono. Hari kedua Sabtu (29/4), Mitra Devata melakoni laga lawan Persib Legend bintang Persib era 90 - 2000 dan Cimahi All Star di lapangan Lodaya Bandung. Kembali Mitra Devata memenangkan laga yang diperkuat Robby Darwis dkk. Menang 3-0 setelah melakoni laga tiga kali 30 menit.
Pada laga ini, Mitra Devata juga diperkuat penasihat mereka, Kabid Pengsos AKPOL Semarang, Jawa Tengah Kombes Drs Suparyono MH. Pria berusia 55 tahun ini menyisir dari sisi sayap kanan Mitra Devata.
Pada Minggu (30/4/2017) di lapangan yang sama, Mitra Devata kembali mengukir kemenangan dari lawannya, Borbar FC Bandung. Klub yang dihuni hampir semua pemain berusia muda ini dibantai 1-8 oleh Mitra Devata.
Delapan gol Mitra Devata dicetak, mantan striker Persegi Gianyar dan Bali Devata, Rafik Armawan (tiga gol), tiga gol Wayan Kartadnya (eks striker Persegi Gianyar), satu gol Ida Bagus Mahayasa (eks striker Gelora Dewata), dan satu gol Made Mutra (eks Perseden Denpasar).
"Silahtarumi bola kali ini bersama legenda Persib Bandung, Persekab Bandung, syukurlah berjalan lancar. Mereka lawan yang tangguh di usia saat ini. Mereka juga pernah main di Persija, Persitara, dan PSMS. Semoga silaturahmi dan persahabatan ini terus berlanjut, " kata Koordinator Mitra Devata Purwanto, saat dihubungi Tribun Bali, kemarin.
Purwanto menambahkan, komunitas legenda Bali ini, sebagai wadah bagi para mantan atau legenda bola Bali. Mereka bisa berbagi dan menularkan pengalaman dan tips yang baik kepada generasi sepakbola ketika berkunjung ke suatu Kota.
"Harapannya juga mereka bisa menularkan kepada generasi sepakbola Bali. Karena mereka juga sudah menjadi pelatih beberapa klub di Bali. Silaturahmi bola dengan eks pemain di beberapa kota di Indonesia, kami lakukan agar saling berbagi dan belajar serta jaga persahabatan dan silaturahmi," kata Purwanto yang saat ini berusia 63 tahun. 
(TribunNews)

Related

Olahraga 3813566790930613943

Post a Comment

item