Kota New York gelontorkan dana Rp 426 miliar buat basmi tikus



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Pemerintah New York mesti merogoh kocek dalam untuk membasmi tikus yang berkeliaran di jalanan kota. Sebanyak USD 32 juta (setara Rp 426,8 miliar) digelontorkan untuk membunuh hewan pengerat itu.

Ada tiga kawasan paling banyak tikus di New York, yaitu Manhattan, Bronx dan Brooklyn. Tikus mengancam kesehatan masyarakat karena menyebarkan penyakit dan membuat lingkungan kotor.

"Kami tidak bisa menerima tikus sebagai bagian dari kehidupan Kota New York," kata Wali Kota New York Bill de Blasio, dikutip dari Reuters, Kamis (13/7).

Rencana pemberantasan tikus ini sudah dibahas sejak September lalu, dan melibatkan lembaga pemerintah di bidang sanitasi, pertamanan dan kesehatan. De Blasio menuturkan mayoritas anggaran akan digunakan untuk merenovasi perumahan dan apartemen, serta membersihkan area bawah tanah dan atap yang kerap dijadikan sarang tikus.

Pemerintah juga mengganti sistem pemadat sampah agar lebih modern. Keranjang sampah di taman juga akan diganti dengan tong baja agar tikus tidak bisa masuk dan mencari makan.

"Cara terbaik membasmi tikus dengan membuat mereka kelaparan, termasuk di rumah, taman, jalan dan tempat sampah. Semua akan kami tutup rapat," ujar Kepala Komisi Sanitasi New York Kathryn Garcia.

Sementara itu, Jakarta juga menerapkan sistem basmi tikus yang semakin merajalela. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun lalu menggalakkan Gerakan Basmi Tikus (GBT).

Djarot Saiful Hidayat yang kala itu menjadi wakil gubernur DKI Jakarta meminta seluruh lurah di lima wilayah dan satu kabupaten Jakarta ikut menyukseskan program ini.

Ada pun Djarot menuturkan orang yang berhasil menangkap tikus di got dan jalanan ibu kota akan diberi imbalan berupa Rp 20 ribu per ekor. Dia merencanakan tikus yang berhasil ditangkap akan dijadikan pupuk usai dikumpulkan.

"Lurah dan camat saya memintanya agar menugaskan petugas PPSU dan petugas kebersihan untuk membasmi tikus. Kalo perlu akan saya berikan intensif satu tikus kita berikan insentif Rp 20 ribu. Tikus yang berhasil ditangkap bisa dijadikan pupuk setelah dikumpulkan," katanya.

(Merdeka.com)

Related

Dunia 8700975629012171644

Post a Comment

item