Underpass di Bundaran Bandara Ngurah Rai Dipastikan Mulai Dikerjakan September Ini


Underpass di Bundaran Bandara Ngurah Rai Dipastikan Mulai Dikerjakan September Ini

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Proyek pembangunan underpass di bundaran Bandara Ngurah Rai dipastikan akan dirampungkan pada Agustus-September nanti.
Hanya saja, kini muncul kabar jika proyek ini akan diubah menjadi bentuk jalan flyover.
Kepala Balai pelaksaan Jalan Nasional (BPJN) Metropolitan Denpasar, AA Gde Sanjaya mengatakan pihaknya tidak mendapatkan informasi mengenai perubahan dari underpass ke flyover.
Dikatakannya saat ini pihak Kemen PUPR telah melaksanakan proses lelang underpass dan saat ini masih dalam proses evaluasi.
“Saat ini sudah ada proses lelang sebanyak empat perusahaan, itu semua BUMN. Rencana kami tetap sampai bulan Agustus 2017 ini lelang selesai, dan sudah selesai pembebasan lahan,” ujarnya, Minggu (9/7/2017) melalui sambungan telepon.
Setelah itu pada bulan September sudah mulai ada pengerjaan.
Nilai kontrak dari proyek underpass ini adalah Rp 209 miliar, dengan anggaran Rp 49 miliar tahun 2017 dan sisanya Rp 160 miliar tahun 2018.
Anggota Komisi III DPRD Bali, Nyoman Suyasa mendapatkan informasi underpass di bundaran Bandara Ngurah Rai akan diganti flyover.
Informasi ini didapatkannya dari Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, informasi ini dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena masalah waktu pengerjaan underpass yang tidak memungkinkan.
“Ketika Pak Ketua (Adi Wiryatama) bicara saya kaget juga kok tiba-tiba diganti. Informasinya flyover juga sama semua dana dari pusat, ini karena pengerjaan flyover enam bulan jadi,” ujar Suyasa, Minggu (9/7/2017).
Dikatakannya walaupun nantinya akan dibangun flyover nanti tidak akan ada keterkaitan dengan kesucian tanah di bawahnya.
Ini karena di bundaran Bandara Ngurah Rai juga tidak ada pura ataupun tempat suci sehingga bisa lebih gampang untuk masalah radius kesucian.
"Nanti desainnya tetap style Bali walaupun flyover, juga tidak mengganggu kesucian di Bali," ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali ini.
Dari perkiraan pembebasan lahan untuk lahan milik penduduk adalah 24,96 are, sedangkan pembebasan lahan di Tahura Ngurah Rai seluas 34,5 are yang dilaksanakan oleh Pemkab Badung.
Pemkab Badung sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 100 miliar untuk underpass ini sepanjang 712 meter lebih panjang dari underpass Dewa Ruci.
Nanti underpass ini mulai dari depannya Grand Mas Hotel menuju Runway Bandara.
Jalur navigasi runway bandara Ngurah Rai nantinya tidak akan kena proyek ini, begitu juga jalan lingkar di seputaran lokasi proyek juga masih tetap ada. 
Aman dari Banjir
Kepala Balai pelaksaan Jalan Nasional (BPJN) Metropolitan Denpasar, AA Gde Sanjaya, mengayakan, mengenai ancaman banjir seperti air rob dianggap aman.

Air tersebut tidak akan mempengaruhi proses pembuatan underpass.
Terlebih kini sudah ada teknologi khusus.
“Dalam desainnya ada, dalam penawaran kontraktor ada, karena kita katakan dalam kondisi ada rob, jadi si kontraktor rekanan menawar dengan mentode dan konstruksi. Sekarang itu dalam evaluasi dari balai jalan dan tim ahli kementerian,” jelasnya.
(TribunNews)

Related

Seputar Bali 8393788474318209604

Post a Comment

item