Nenek Tewas di Irigasi Subak


www.nusabali.com-nenek-tewas-di-irigasi-subak

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Warga Banjar Pegatepan, Desa Gelgel, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, digegerkan dengan penemuan mayat di saluran irigasi Subak Cau, Jumat (18/8) malam. Mayat itu ternyata seorang nenek, Ni Ketut Sumiati alias Men Kuweg,80, asal Banjar Lebah, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung. Sebelumnya, korban dinyatakan hilang sejak Kamis (17/8) tengah malam.

Informasi di TKP, mayat tersebut kali pertama dilihat oleh empat ibu-ibu yang tengah mandi dan mencuci pakaian di saluran irigasi Subak Cau, Banjar Pegatepan, Gelgel, sekitar pukul 17.40 Wita. Mereka pun kaget karena saat asik mandi tiba-tiba dilalui oleh sosok mayat seorang nenek.

Mereka berteriak histeris dan bergegas naik ke jalan raya. Teriakan mereka didengar oleh warga I Ketut Setiawan,35, yang tengah membuat urutan (olahan daging babi) tepat di depan saluran irigasi tersebut. Setiawan langsung berlari mengecek situasi tersebut. Karena air deras, mayat itu hanyut ke selatan dan memasuki terowongan sepanjang 15 meter. Setelah ke luar dari terowongan, mayat itu tersangkut di pinggir dinding saluran irigasi. Setiawan memanggil rekannya Nyoman Budiarta untuk membantu mengangkat mayat tersebut.

Mereka mengevakuasi mayat itu. Kondisi mayat sudah kaku dan terdapat luka di bagian kepala, diduga karena terbentur selama terseret arus dari hulu ke hilir. 

Setiawan memprediksi korban meninggal sudah beberapa jam. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Klungkung dan BPBD Klungkung. Mayat nenek itu langsung diangkut menggunakan mobil BPBD Klungkung untuk dibawa ke RSUD Klungkung. Petugas kepolisian menyelidiki kasus temuan mayat itu dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Saat dievakuasi korban mengenakan kebaya warna coklat bermotif bunga, menggunakan kain sarung/kamben warna ungu hitam dan menggunakan BH warna coklat. Ditemukan luka robek pada dahi tengah dengan panjang 3,5 cm, di atas pelipis kanan luka sepanjang 2 cm, alis kanan ujung kiri ada luka lecet sekitar 1,5 cm. Pelipis kanan korban cekung 3 cm. Tangan kiri lecet 1,5 cm, Luka lecet di lutut kiri 1,5. Diperkirakan akibat berbenturan dinding saluran irigasi pada saat terseret arus.

Kepala BPBD Klungkung I Putu Widiada mengatakan, mayat itu langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD Klungkung. Diakui memang di bagian tubuh korban ada luka, namun luka itu diperkirakan karena terbentur saat hanyut di jaringan irigasi. Pihak keluarga korban sudah datang ke RSUD.

Widiada menambahkan, pihak keluarga pada Kamis (18/8) sekitar pukul 24.00 Wita, mendengar suara pintu terbuka. Setelah dicek beberapa menit kemudian, korban tidak ada di kamar. Selanjutnya pihak keluarga mencari keberadaan korban ke pelbagai arah hingga menyusuri kali di areal Banjar Lebah. Korban ke luar sempat dikira hendak buang air kecil, ternyata tak kunjung pulang hingga ditemukan tewas hanyut di saluran irigasi Subak Cau, sekitar 5 km dari Banjar Lebah. “Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah,” terang Widiada. Selama ini nenek itu memang mengalami sakit karena usia sudah tua. 

(NusaBali)

Related

Warta Semarapura 7312523970349008615

Post a Comment

item