Sea Games: Menanti Gol Ezra Walian di Laga Indonesia vs Timor Leste


Sea Games: Menanti Gol Ezra Walian di Laga Indonesia vs Timor Leste

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Di antara sederet pemain timnas U‑22 Indonesia yang berjuang pada SEA Games 2017 di Malaysia, Ezra Walian adalah sosok yang mendapat sorotan paling besar.

Bukan hanya karena dia pemain naturalisasi, namun juga lantaran pengalaman dan kemampuannya saat membela klub Liga Belanda, Jong Ajax Amsterdam, diharapkan bisa menjadi handicap tersendiri bagi skuat Garuda Muda.
 Nyatanya, saat dipercaya tampil sebagai starter melawan Filipina, Ezra gagal memberi sumbangsih maksimal. Turun penuh selama 90 menit, ia hanya dua kali mendapatkan peluang menjebol gawang lawan.
Peluang pertama Ezra pada menit ke‑16 digagalkan oleh pemain belakang Filipina. Sementara peluang keduanya di menit ke‑80 hanya menghasilkan tendangan penjuru.
 Menurut mantan penyerang timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, penampilan Ezra pada laga di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia itu masih kurang greget.
"Cukup bagus, walaupun sebenarnya ekspektasi saya pribadi lebih dari yang dia (Ezra) tampilkan kemarin," kata Kurniawan seperti dilansir Bolasport.
 Namun berbeda dengan Kurniawan, pelatih Luis Milla Aspas justru menganggap peran Ezra sangat penting. Ia memang tak mencetak gol, namun Ezra turut andil menyumbang assist untuk gol yang dicetak Saddil Ramdani.
 Milla pun yakin Ezra akan segera menemukan momentumnya untuk pecah telur.
"Ezra pemain penting dalam tim kami. Yang kurang mungkin hanya gol, karena hal itu yang akan membuatnya semakin percaya diri. Tapi dia akan semakin bagus ke depannya," kata Milla.
 Momentum Ezra untuk mencetak gol perdana bagi timnas Indonesia itu berpeluang terjadi saat menghadapi Timor Leste di laga ketiga grup B di Stadion Perbendaraan Selayang, Minggu (20/8/2017).
Di laga ini Ezra kemungkinan kembali tampil dari menit awal seiring belum fitnya Marinus Manewar.
 Ezra sendiri berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya andai kembali diturunkan pada laga ini. "Saya tentu akan memberikan yang terbaik," katanya.
 Ezra juga yakin Indonesia bisa mengalahkan Timor Leste. Menurutnya, kemenangan melawan Filipina membuat laju Garuda Muda tak bisa dihentikan.
 "Tidak ada yang bisa menghentikan kami sampai kami memilih berhenti. Saya sangat bangga dengan tim dan sangat senang dengan hasil kemarin. Sekarang kami fokus dan mempersiapkan diri untuk laga melawan Timor Leste," kata Ezra dalam Instagram pribadinya.
 Di atas kertas Indonesia memang berpeluang besar meraih kemenangan. The Rising Sun, julukan Timor Leste, adalah lawan yang hampir selalu menjadi bulan‑bulanan Indonesia.
Dari dua pertemuan terakhir, tim Merah Putih menang telak 5‑0 dan 7‑0. Namun kemenangan itu tidak terjadi ajang SEA Games, melainkan kualifikasi Piala Asia U‑23 2016 dan Asian Games 2014.
 Di pesta olahraga dua tahunan antarnegara Asia Tenggara sendiri, Timor Leste pernah menahan imbang Indonesia tanpa gol pada SEA Games 2013 di Myanmar.
Sejauh ini Timor Leste menjadi tim yang dimanfaatkan tiap lawan untuk mendulang poin. Mereka menjadi juru kunci Grup B usai menelan dua kekalahan beruntun.
Tapi setelah kalah 0‑4 dari Vietnam, tim asuhan pelatih Kim Shin Hwan itu perlahan menunjukkan peningkatan performa.
Buktinya, juara bertahan Thailand dibuat kesulitan dan hanya berhasil mencetak satu gol sepanjang 90 menit.
Karena itulah Luis Milla meminta anak asuhanya untuk tidak meremehkan Timor Leste. "Seperti yang selalu saya katakan, setiap pertandingan itu adalah final. Saya ingin anak‑anak respek terhadap mereka (Timor Leste)," ujar pelatih 52 tahun asal Spanyol itu.
 Milla sendiri mengisyaratkan akan melakukan rotasi pada laga kali ini. Dengan tiga kartu kuning yang dikoleksi tiga penggawa Indonesia; Evan Dimas, Hansamu Yama Pranata, dan Rezaldi Hehanusa, serta dituntut dalam kondisi prima saat menghadapi pemuncak klasemen Vietnam, rotasi menjadi hal yang sangat mungkin dilakukan.
 "Kami di sini bukan hanya 11 pemain. Jadi, 10 pemain lainnya harus siap jika memang dibutuhkan," ujar pelatih yang membawa Spanyol U‑21 menjuarai Piala Eropa U‑21 2011 itu.
 Milla sendiri menilai penampilan pasukannya masih jauh dari kata sempurna. Setidaknya ada dua kelemahan yang masih diperlihatkan Evan Dimas dkk.
Kelemahan pertama adalah lini pertahanan yang sering kewalahan menghadapi serangan balik lawan. Selain itu, Indonesia juga lemah dalam hal eksekusi bola‑bola mati.
 Asisten Milla, Bima Sakti Tukiman mengatakan, para pemain Indonesia juga harus mengantisipasi serangan dari sayap yang berujung umpan silang ke jantung pertahanan tim.
"Pemain yang diberi instruksi mengawal pemain lawan tentu harus lebih disiplin. Jangan sampai mereka mendapat kesempatan melepaskan umpan silang karena itu akan membahayakan di kotak penalti kita," ujar Bima.
 Bima pun meminta para pemain tidak terbuai dengan kemenangan telak 3‑0 atas Filipina. "Semua harus respek terhadap lawan dan yang pasti tidak meremehkan lawan. Apalagi untuk Timor Leste. Mereka memang kalah dari Thailand, namun mereka hanya kalah tipis. Artinya, kami pun harus bekerja keras menghadapi mereka," imbuh Bima.
(TribunNews)

Related

Olahraga 1449439010414837829

Post a Comment

item