Warga Bali Raih Penghargaan Putra Utama Provinsi Jawa Barat


Warga Bali Raih Penghargaan Putra Utama Provinsi Jawa Barat

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - A. Jaka, warga Bali berdarah Sunda, menerima penghargaan Anugerah Gelar Kehormatan Putra Utama Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan tertinggi dari pemerintah provinsi Jawa Barat ini diperuntukkan bagi masyarakat tokoh dari berbagai kalangan, yang dinilai punya andil, kontribusi nyata terhadap pembangunan termasuk dalam pemberdayaan masyarakat. 
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada saat apel besar dalam rangka peringatan hari jadi Provinsi Jawa Barat Ke-72 yang diadakan di lapangan Gasibu, Bandung, 19 Agutus lalu.
Pemberian penghargaan ini tentunya telah melalui tahap seleksi dan penilaian secara komprehensif. Jaka yang termasuk penerima penghargaan pada kategori diaspora Sunda melalui sejumlah organisasi kemasyarakatan yang berkenaan dengan warga Sunda di perantauan. 
Jaka yang juga sering disapa Kang Jaka atau Jaka Bandung menuturkan, anugerah yang didapatnya karena langkah nyata, keterlibatannya dalam sejumlah organisasi yang mewadahi kepentingan dan kebersamaan warga Sunda di perantauan.
Pria yang sudah puluhan tahun menetap di Bali ini, selain aktif Sebagai Ketua di Motor Besar Club (MBC) Bali, juga pencetus sekaligus ketua Paguyuban Urang Sunda (PUSunda) Bali.
Sebagai Sekjen di Forum komunikasi Paguyubsn Entis Nusantara (FKPeN) Bali, Namun lebih dari itu, langkah terbesarnya adalah mengetuai Forum Masyarakat Sunda di Perantauan (Formas SundaPangumbaraan Indonesia) yang dideklarasikan di Bali 14 Februari 2015, dan kini sudah terbentuk di 22 Provinsi di seluruh Indonesia. 
“Kiprah secara nasional ini yang menjadi pertimbangan, penilaian utama dari Pemda Prov Jawa barat memberikan anugerah putra utama,” demikian Kang Jaka di Kuta,Badung, Selasa (22/8). 
Jaka yang dilahirkan 28 Agustus 1961 mulai merantau ke Bali awal 80-an. Ayah dua anak ini sempat bekerja di bidang pariwisata, sebelum akhirnya memutuskan menjadi pengusaha garmen, kargo, properti, juga membuka rumah makan.
Jatuh bangun usaha dilalui penggemar motor besar dan kolektor mobil ini. Namun satu kepeduliannya bagaimana merangkul, mempererat persaudaraan, serta menunjukkan kontribusi nyata warga Sunda yang ada di Bali terhadap pembangunan dan masyarakat setempat.
Inilah yang mendorongnya membentuk Paguyuban Urang Sunda(PUSunda) Bali November 2007 dengan kantor sekertariat di 9 kabupaten/kota di Bali.
Hingga 2015 lalu saat Munas Pertama Formas Sunda Nasional, ia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Umum untuk perhimpunan yang lebih besar lagi, yakni Forum Masyarakat Sunda di Pangumbaraan Nasional (Formas Sunda ngumbara Indonesia).
(TribunNews)

Related

Seputar Bali 6054339341181990

Post a Comment

item