7 Menu sarapan aneh dari berbagai negara yang mungkin ogah kamu cicip



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Setiap negara memiliki warisan kuliner dan kebiasaan tersendiri dalam menyantap makanan. Termasuk soal sarapan, pasti berbeda di setiap budaya.

Kalau di negara kita nasi atau sayuran adalah makanan yang umum disantap saat sarapan, negara lain punya menu sarapan yang berbeda. Beberapa di antaranya barangkali kelewat eksotis untuk lidah kita. Berikut ini beberapa di antaranya yang bisa jadi membuat kamu kehilangan nafsu makan atau malah tertantang untuk mencoba.
Huitlacoche - Meksiko
huitlacoche ©2014 Travel and Leisure/Sara E Wood
Pada dasarnya, huitlacoche adalah jagung yang gagal panen karena terkena jamur Ustilago maydis. Warnanya abu-abu kehitaman seperti jagung busuk. Biasanya dijadikan bahan isian untuk taco dan tamale atau dijadikan campuran omelet untuk sarapan.
Walaupun terdengar menjijikkan, jagung penyakitan ini justru bernilai di Meksiko. Konon rasanya seperti jamur yang biasa dikonsumsi.
Ackee - Jamaika
Masakan dari ackee ©2014 Merdeka.com/Healthier Steps
Sebenarnya ackee adalah makanan pokok di Jamaika. Barangkali bisa disamakan dengan popularitas nasi di Asia. Sementara ackee dan ikan cod asin dianggap sebagai hidangan nasional.
Masalahnya, buah dan biji ackee mengandung racun yang cukup berbahaya jika tidak dimasak dengan benar. Jadi bagi orang luar yang tidak tahu caranya, mengolah makanan ini bisa mendatangkan risiko.
Haggis - Skotlandia
Haggis ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Paul Cowan
Haggis merupakan salah satu variasi dari black pudding atau sosis hitam yang dianggap sebagai makanan tradisional di Inggris.
Umumnya haggis terbuat dari organ dalam dan darah hewan, entah itu sapi, domba, atau babi. Haggis yang masih dibuat dengan cara otentik biasanya menggunakan usus domba sebagai pembungkus.
Telur pitan - China
Bubur dengan telur seribu tahun ©2014 Merdeka.com/shutterstock/jreika
Telur pitan atau bitan disebut juga telur seribu tahun. Disebut demikian karena warnanya memang tampak seperti telur yang sudah busuk selama bertahun-tahun. Bagian putihnya berwarna hitam, sementara kuningnya sudah berubah menjadi hijau.
Tetapi makanan yang terlihat menyeramkan ini justru diyakini penuh gizi oleh warga China. Warnanya yang khas dihasilkan dari proses fermentasi khusus.
Natto - Jepang
Natto © toyokeizai.net

Natto alias kedelai fermentasi dari Jepang memang bergizi tinggi. Tak heran jika sering dimasukkan dalam menu sarapan. Tetapi kebanyakan warga asing ogah mencoba makanan ini karena aroma dan rasanya yang kelewat tajam. Bahkan warga Jepang sendiri tak sedikit yang benci menyantapnya.

Vegemite - Australia
Vegemite © YouTube
Vegemite adalah sejenis selai untuk olesan roti yang terbuat dari fermentasi ragi. Warnanya cokelat gelap dan memiliki rasa yang sangat tajam.
Akutuq - Alaska
Akutuq © Norton Sound Health Corporation
Akutuq sebenarnya lebih cocok disebut sebagai makanan penutup, karena bentuknya lebih mirip es krim. Namun hidangan ini juga dicampur dengan lemak hewan atau ikan. Jadi warga Alaska gemar menyantapnya kapan saja. Entah itu untuk sarapan, makan siang, makan malam, atau sekadar jajanan waktu senggang. 
(Merdeka.com)

Related

Info Unik 4562805213669719254

Post a Comment

item