Banyak Warga Mengungsi setelah Gunung Agung Berstatus Awas

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Penduduk di sekitar kaki Gunung Agung di Bali berduyun-duyun mengungsi setelah status gunung itu dinaikkan dari level siaga menjadi awas pada Jumat malam, 22 September 2017.
Warga menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, truk dan mobil pikap. Ribuan kendaraan tampak antre turun dari beberapa desa di Kabupaten Karangasem yang terletak di ketinggian. Mereka membawa barang bawaan seadanya. Sejumlah warga terlihat berkerumun di pinggir-pinggir jalan. Sebagian ada yang ikut membantu petugas mengatur arus lalu lintas. Mereka diarahkan agar tak terjadi kepadatan arus lalu lintas.
Beberapa dari mereka mengungsi ke GOR Suweca Pura di Kabupaten Klungkung. Di sepanjang jalan petugas mengarahkan mereka. Orang tua, wanita, dan balita diutamakan.
Jumlah mereka mencapai lebih tiga ribu orang. Petugas kesehatan langsung membantu warga yang tengah sakit. Posko kesehatan tampak ramai dikunjungi warga dengan berbagai keluhan penyakit. Sebagian warga lain antre di dapur umum untuk mendapatkan makanan dan yang lain tertidur di tenda-tenda.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kasbani, berdasarkan pengamatan dan data aktivitas kegempaan Gunung Agung, level gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu dinaikkan menjadi awas (level IV) dari sebelumnya siaga (level III).
"Perkembangan kondisi terakhir Gunung Agung hari ini mengalami peningkatan luar biasa kegempaannya, maka dengan ini mulai pukul 20.30 WITA kita meningkatkan statusnya dari siaga ke awas," kata Kasbani di Pos Pemantauan Gunungapi Agung pada Jumat malam.
Radius zona merah diperluas dari sebelumnya enam kilometer menjadi sembilan kilometer. Zona merah di gunung itu harus dikosongkan dari aktivitas warga.

Related

Warta Semarapura 4860676858922884781

Post a Comment

item