Pemerintah Myanmar minta warga Rohingya bantu buru pemberontak



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Pemerintah Myanmar dalam koran nasional hari ini menyerukan warga Rohingya membantu militer memburu para pemberontak yang menyerang sejumlah pos polisi pekan lalu.

"Penduduk muslim di desa sebelah utara Maungtaw diminta bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memburu teroris ekstremis Pasukan Keselamatan Rohingya (ARSA) dan tidak memperlihatkan senjata ketika aparat keamanan masuk ke desa," kata harian Global New Light of Myanmar, seperti dilansir kantor berita Reuters, Ahad (3/9).

Pemerintah Myanmar menyebut ARSA adalah kelompok teroris. Kelompok ini mengklaim bertanggung jawab atas penyerang kepada pos polisi pekan lalu.

Menurut koran tersebut, awal pekan lalu warga desa Maungni di sebelah utara Rakhine menangkap dua anggota ARSa dan menyerahkannya kepada aparat.

Pihak militer hari ini menulis di laman Facebook, kelompok pemberontak membakar sejumlah rumah ibadah, termasuk gambar Buddha, sekolah, dan rumah di Rakhine.

Lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah dan toko di beberapa desa dihancurkan, kata militer Myanmar.

Pejabat pemerintah menuding ARSA sebagai pelaku pembakaran sedangkan kelompok pembela hak asasi menyatakan pembunuhan dan pembakaran dilakukan oleh militer untuk mengusir warga minoritas Rohingya dari Myanmar.

(Merdeka)

Related

Dunia 1540847934549778216

Post a Comment

item