Nenek Lempar Koin ke Mesin, Pesawat Tunda Terbang Semalaman

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Gara-gara ulah seorang nenek melempar sejumlah koin ke mesin pesawat Lucky Air, penerbangan di bandara Kota Anqing, Provinsi Anhui, China timur tertunda semalaman. Para penumpang yang akan menuju Kunming baru diterbangkan keesokan harinya.
Menurut pihak berwenang, wanita sepuh itu sengaja melempar koin ke mesin jet untuk meminta penerbangan yang aman.
Beberapa penumpang melaporkan bahwa koin-koin itu sengaja dilemparkan ke mesin jet Lucky Air saat boarding. Sementara menurut perusahaan penerbangan, otoritas bandara, dan polisi transportasi, awak di landasan menemukan koin yang tergeletak di sebelah pesawat.
"Wanita 76 tahun itu kemudian dibawa ke tahanan," kata polisi transportasi.
Sejauh ini belum dapat dipastikan akan menghadapi dakwaan pasca-melempar koin ke pesawat.
Lucky Air yang berada di bawah grup Hainan Airlines sejatinya akan berangkat dari Anqing ke kota Kunming di barat daya China, namun ulah si nenek telah mengacaukan perjalanan tersebut.
"Para penumpang kemudian diterbangkan ke Kunming keesokan paginya," kata pihak berwenang.
Insiden ulah wanita sepuh seperti itu adalah yang kedua tahun ini.
Sebelumnya pada bulan Juni, seorang wanita berusia 80 tahun juga mengakibakan penundaan penerbangan China Southern Airlines di Bandara Internasional Pudong Shanghai selama hampir enam jam. Saat itu dia melempar sembilan koin ke mesin pesawat saat naik, sehingga menyebabkan salah satunya tersangkut di dalamnya.
"Wanita itu ditahan tapi lolos jeratan hukum karena usianya," demikian dilaporkan media pemerintah.
Otoritas bandara Shanghai mengatakan bahwa dia adalah seorang umat Buddha yang  percaya bahwa tindakan tersebut akan menjamin keselamatannya dalam pesawat pada penerbangan ke kota Guangzhou.
Polisi kemudian mengumumkan telah menemukan sejumlah koin senilai sekitar 1,7 yuan.
"Setelah melakukan penyelidikan terhadap penumpang yang terlibat, diketahui wanita bermarga Qiu itu melemparkan koin untuk berdoa demi keamanan. Menurut tetangganya, ia menganut kepercayaan Buddhisme atau Buddha," kata polisi.
Penerbangan tersebut akhirnya dinyatakan aman dan pesawat lepas landas lebih dari lima jam terlambat.
Berita tentang insiden tersebut lalu menjadi sorotan di situs media sosial Weibo.
"Nenek, ini bukan air mancur harapan dengan kura-kura," komentar salah satu pengguna.
Sejak kejadian tersebut, pihak China Southern Airlines mendesak para penumpang untuk mematuhi undang-undang dan peraturan penerbangan sipil dan menghindari perilaku yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dalam sebuah penerbangan.

sumber  : liputan6.com

Related

Info Unik 9055020355219394436

Post a Comment

item