Rapat Evalusi RSUD Klungkung, Pasien dan Pengungsi Telah Terlayani Dengan Baik

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - “Semeton bukanlah pengungsi, semeton bukan sengaja untuk meminta bantuan, semeton bukan peminta belas kasihan. Semeton adalah utusan Ida Sesuhunan untuk menguji semangat Menyama Braya sebagai karakter Nyama Bali Sejak Nenek Moyang” Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Berkat slogan dan ungkapan yang sempat viral di media sosial itu, para tim medis, relawan dan bahkan hampir seluruh masyarakat Klungkung memberikan pelayanan dan perhatian yang sangat baik kepada para pengungsi Gunung Agung. Tidak terkecuali para petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung yang telah merawat para pasien utamanya para pengungsi Gunung Agung dengan sangat baik. Demikian disampaikan dr. Gusti Ngurah Eka Oka Santosa anggota dewan pengawas RSUD Klungkung, saat rapat evaluasi kinerja program dan kinerja pelayanan kesehatan (RSUD) Klungkung, Senin (16/10/2017).

Dalam rapat yang dihadiri langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ini, dr. Gusti Ngurah Eka Oka Santosa mengakui ungkapan kalimat dari Bupati Suwirta benar benar membakar semangat para tenaga kesahatan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pasien utamanya para pengungsi baik di pos pos pengungsian maupun di RSUD Klungkung, sehingga hal ini pun mendapat apresiasi masyarakat luas.

Selain apresiasi, sejumlah rekomendasi juga disampaikan anggota dewan pengawas ini demi peningkatan kwalitas pelayanan RSUD Klungkung yang statusnya telah meningkat dari Tipe C ke Tipe B. Diantaranya; memaksimalkan penggunaaan SILPA, melakukan perhitungan ulang terhadap nilai proyek pembangunan Gedung mengingat harga material mengalami peningkatan, segera membangun Gedung Bedah Sentral dengan daya tampung yang memadai serta melakukan pembenahan pada SIMRS untuk menunjang transparansi serta perhitungan jasa pelayanan berdasarkan kinerja yang dapat diakses oleh kalagan terbatas di website RSUD.    

Dirinya juga menyarankan pengelolaan AC, SIMRS, serta Kartu Elektronik sebagai identitas karyawan dan sebagai "Voucer" Parkir dikerjasakan dengan pihak ketiga. Pelatihan kegawat daruratan untuk SDM di UGD untuk mewujudkan pelayanan kegawatan yang unggul, cepat dan terpercaya juga dirasa perlu untuk diadakan.
Sementara itu Direktur RSUD Klungkung dr I nyoman Kesuma mengatakan, ditengah upaya peningkatan kwalitas pelayanan RSUD Klungkung, sejumlah persoalan muncul seiring kedatangan ribuan pengungsi ke Kabupaten Klungkung,   diantaranya terjadi peningkatan biaya operasional rutin (listrik, air dan alat kebersihan) dan peningkatan kebutuhan logistik dan obat – obatan, serta tidak jelasnya sumber biaya pelayanan karena belum terjadi bencana erupsi gunung agung. Selain itu ada kecenderungan pasien  yang sebelum mengungsi  adalah pasien umum untuk mengobati penyakit kronis yang sudah dideritanya termasuk operasi terencana.

Atas semua persoalan itu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghimbau seluruh manajemen rumah sakit dan para petugas kesehatan untuk selalu sabar dan tetap bekerja dengan tulus iklas demi misi kemanusiaan menolong para pengungsi. Untuk semua hasil positif yang berhasil diraih, menurut Bupati Suwirta adalah berkat system yang sudah berjalan dengan baik.   

“Semua kritik saran yang masuk utamanya dari media social semakin memacu kita untuk terus berbenah dan menciptakan sebuah sistim yang pelayanan yang lebih baik,”ujar Bupati Suwirta.

Terkait rasio tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk, Bupati Suwirta merasa sudah cukup. Namun hanya terjadi penyebaran yang tidak merata sehingga perlu dilakukan pendataan ulang.

HUMASKLK/jim

Related

Warta Semarapura 1688795728939506498

Post a Comment

item