Siswa Pengungsi Perlu Dana Bos

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali  Pemkab Klungkung akan berkoordinasi terkait dana bantuan operasional sekolah (BOS) dengan Pemkab Karangasem. Langkah ini agar hak para pelajar yang saat ini mengungsi akibat darurat Gunung Agung, tidak terlewatkan.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Karangasem karena mereka (pelajar mengungsi) faktanya belajar di Klungkung," kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Klungkung, Minggu (22/10).

Pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan Pemkab Karangasem untuk memastikan para pelajar itu mendapatkan dana BOS. Suwirta menjelaskan di Klungkung menerima sekitar 3.800 pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK dari 28 desa di Karangasem yang masuk zona merah, kawasan rawan bencana erupsi Gunung Agung.

BPBD Provinsi Bali mencatat jumlah pengungsi mencapai 133.296 orang tersebar di 390 titik pengungsian di seluruh Bali. Dari jumlah itu, 16.860 orang di antaranya mengungsi di Klungkung, tersebar pada 44 titik pengungsian per Sabtu (20/10).

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Provinsi Bali dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali mengadakan rapat konsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Jakarta, Rabu (4/10). Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan semua siswa terdampak darurat Gunung Agung di pengungsian untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK di Karangasem tetap mendapat dana bantuan operasional sekolah (BOS). Parta menjelaskan kepala sekolah dapat mengajukan pencairan dana BOS kepada Pemkab Karangasem selanjutnya disalurkan kepada siswa di tempat pengungsian mereka.

Sementara itu, Bupati Suwirta juga merancang kegiatan magibung atau tradisi makan bersama dalam waktu dekat dengan para pengungsi Gunung Agung. Kegiatan ini untuk memaknai Hari Raya Galungan di Posko Pengungsian Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung. "Saya juga akan mengajak mereka mebat (masak) bersama," kata Suwirta di GOR Swecapura Klungkung, Minggu kemarin.

Menurut Suwirta, rencana tersebut telah disampaikan kepada para pengungsi dan berkoordinasi dengan petugas setempat untuk menyediakan kebutuhan magibung dan mebat. Kegiatan tersebut akan digelar pada Hari Penampahan, sehari menjelang Hari Raya Galungan, Rabu (1/11).

Upaya itu dilakukan, lanjut dia, agar para pengungsi merasakan suasana hari besar keagamaan, seperti layaknya di kampung halaman meski kondisi saat ini berada di pos pengungsian. Tradisi magibung merupakan tradisi khas masyarakat Karangasem ketika mengadakan hajatan besar atau saat mengadakan kegiatan keagamaan. Kedua tradisi tersebut, kata Suwirta, diharapkan lebih mendekatkan tali silaturahmi termasuk sebagai ajang tukar pendapat antarsesama warga.

Bupati kelahiran Nusa Ceningan di Pulau Nusa Penida Klungkung itu juga melibatkan para pengungsi dari Karangasem ikut dalam kegiatan Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam) di arena GOR Swecapura. Data BPBD Klungkung, hingga Sabtu (21/10), pengungsi di GOR Swecapura 1.541 orang. 

sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 5025198717767472432

Post a Comment

item