Wakil Bupati Klungkung Ikut Mengantar Sampai ke Kampungnya


www.nusabali.com-wakil-bupati-klungkung-ikut-mengantar-sampai-ke-kampungnya

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Sebagian dari 407 pengungsi asal Desa Duda Timur yang sudah pulang ke rumahnya, balik lagi ke pengungsian di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Klungkung 
Ratusan Pengungsi Asal Desa Muncan, Kecamatan Selat Dipulangkan dari Klungkung.

Sedikitnya 121 warga pengungsi bencana Gunung Agung asal Banjar Benekasa, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem dipulangkan ke kampung halamannya, Jumat (6/10). Mereka dipulangkan setelah selama 12 hari mengungsi di posko pengungsian Bale Banjar Gunung Hyang, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kecamatan Klungkung. Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, ikut mengantar mereka sampai di kampungnya.

Mereka memilih pulang secara bersama-sama, karena ada instruksi dari aparat desa setempat untuk segera kembali ke kampung halamannya. Sebab, desa mereka berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. 

Pantauan NusaBali, 121 pengungsi asal Banjar Benekasa, Desa Muncan ini sudah kemasi barang-barangnya di posko pengungsian, sejak Kamis (5/10) malam. Keesokan harinya, Jumat pagi pukul 08.00 Wita, mereka berkumpul di depan posko pengungsian Bale Banjar Gunung Hyang, untuk menunggu jemputan dari petugas. Beberapa pengungsi ada yang membawa mobil Pick Up untuk mengakut barang, bahkan sepeda motornya yang sempat dibawa mengungsi.

Sekitar pukul 08.30 Wita, dua unit Bus dari Dinas Perhubungan Klungkung dan Bus Damri tiba di Bale Banjar Gunung Hyang untuk mengangkut para pengungsi. ”Kami berterima kasih karena selama berada di pengungsian sudah diterima dengan baik. Bahkan, anak-anak yang berstatus pelajar juga bisa bersekolah di Klungkung,” ujar Kelian Adat Banjar Benekasa, Desa Muncan, Ketut Ari Wijaya, yang kemarin ikut mengawasi pemulangan warganya dari pengungsian.

Sementara, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta ikut mengantar pemulangan pengungsi hingga ke Desa Muncan, Jumat kemarin. Wabup Made Kasta mengantar pengungsi pulang bersama Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada dan Camat Klungkung, Komang Gde Wisnuadi. Camat Selat, Karangasem, I Nengah Danu, juga ikut menjemput warganya dan mendampinginya pulang ke Banjar Benekasa, Desa Muncan.

Wabup Made Kasta mengatakan, Pemkab Klungkung sudah berusaha semaksimal mungkin membantu warga Karangasem yang mengungsi ke Gumi Serombotan. Warga yang sempat mengungsi dan pulang kembali ke rumahnya itu juga diminta tenang dan bisa beraktivitas lagi seperti biasa, sementara anak-anak harus melanjutkan sekolah.

“Jangan pernah beranggapan kalau para pengungsi dipulangkan oleh Pemkab Klungkung. Ini merupakan permintaan dari warga itu sendiri, serta imbauwan kelian dan Kadus setempat,” ujar politisi Gerindra ini. Jika nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan, menurut Wabup Kasta, pihaknya siap menampung kembali warga Karangasem yang akan mengungsi ke Klungkung.

Sementara, Camat Selat I Nengah Danu mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Klungkung, karena sudah membantu warganya dalam menyediakan tempat maupun kebutuhan lainnya selama mengungsi. Setelah pulang ke rumah masing-masing, warganya diminta kembali beraktivitas seperti biasa. 

“Warga Banjar Benekasa, Desa Muncan berjumlah 700 orang yang mayoritas petani,” ujar Camat Nengah Danu. Dia mengatakan, koordinasi juga akan terus terjalin antara Pemkab Klungkung dan Pemkab Karangasem terkait pengungsi lainnya yang masih berada di pengungungsi kawasan Klungkung. 

Sementara itu, pengungsi korban Gunung Agung asal Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem sempat berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya, Senin (2/10) malam. Ada 407 orang dari total 584 pengungsi asal Desa Duda Timur yang mengungsi di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Klungkung pilih pulang ke kampung halamannya. Mereka pulang atas intruksi dari aparat desa setempat bahwa Desa Duda Timur berada di luar zona KRB. 

Namun, setelah beberapa hari pulang, pengungsi asal Desa Duda Timur ini justru diinstruksikan kembali ke tempat pengungsian. Mereka pun mengungsi kembali Lapangan Tembak Paksebali, Kamis (5/10). “Ratusan pengungsi yang sempat pulang ini balik mengungsi sejak kemarin (Kamis),” ungkap Nengah Sri Arta, seorang relawan dari Desa Duda Timur saat ditemui NusaBali di pengungsian Lapangan Tembak Desa Paksebali, Jumat kemarin.

Setelah di-cross check, 5 banjar di Desa Duda Timur masuk zona KRB, yakni Banjar Pesangkan, Banjar Pesangkan Anyar, Banjar Wates Kaja, Banjar Wates Tengah, dan Banjar Wates Kangin. Sedangkan 4 banjar lainnya berada di luar KRB, yakni Banjar Juwuk Legi, Banjar Batu Gede, Banjar Putung, dan Banjar Pateh. Warga yang sempat pulang namun balik ke pengungsian ini adalah asal banjar-banjar KRB di Desa Duda Timur.

Namun, kata Sri Arta, pengungsi yang kembali mengungsi ke Lapangan Tembak Paksebali hanya 34 orang dari total 400 jiwa yang pulang ke kampungnya. Mereka berasal dari 9 kepala keluarga (KK). Selain itu, ada 1 KK berjumlah 6 orang yang pilih tinggal di sebuah rumah BTN di Desa Paksebali, setelah sempat pulang ke Desa Duda Timur.

(NusaBali)

Related

Warta Semarapura 7700376043744996994

Post a Comment

item