Detik-detik Ambrolnya Mezanin Gedung BEI


Pekerja memperhatikan kerusakan yang terjadi akibat ambruknya jembatan penghubung di dalam gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1/2018). Sejumlah orang terluka akibat peristiwa tersebut.

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Malapetaka terjadi di Gedung Bursa Efek Indonesia ( BEI), Senin (15/1/2018) siang. Mezanin di Tower II gedung itu ambrol sehingga menyebabkan 77 orang luka-luka.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 11.56 WIB. Saat itu para korban yang mayoritas berasal dari para Mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang sedang berjalan di mezanin BEI untuk mencari sebuah ruangan.

Ketika mereka berhenti di satu titik bangunan itu, tiba-tiba saja selasar ambrol sehingga membuat puluhan orang terjatuh ke lantai dasar. Di lantai dasar ada sejumlah orang yang sedang berlalu lalang tertimpa reruntuhan bangunan itu.
"Kami kan tadi bareng-bareng naik lantai dua, itu penuh banget sampai kayak semut dan itu ternyata salah jalan, pas mau balik terus tiba-tiba ambruk," kata salah satu mahasiswi Universitas Bina Darma, Sheila dengan nada panik.

Tim Basarnas keluar gedung Tower II setelah mengevakuasi korban di dalam gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (15/1/2018). Sebanyak 72 orang menjadi korban akibat robohnya selasar tower II Gedung Bursa Efek Indonesia dan telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit.
Tim Basarnas keluar gedung Tower II setelah mengevakuasi korban di dalam gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (15/1/2018). Sebanyak 72 orang menjadi korban akibat robohnya selasar tower II Gedung Bursa Efek Indonesia dan telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Akibat insiden tersebut, suasana di dalam gedung mendadak mencekam. Kepulan debu reruntuhan sempat mengganggu pandangan mata.

Para korban yang jatuh maupun yang tertimpa reruntuhan bergelimpangan di lantai dasar. Para pengunjung tunggang langgang berlarian ke luar gedung untuk menyelamatkan diri.

Tak selang beberapa lama, pihak keamanan setempat dibantu pengunjung yang selamat mengevakuasi para korban. Mereka membawa korban ke halaman gedung untuk diberikan pertolongan pertama.

Para korban mayoritas mengalami luka-luka dibeberapa bagian tubuhnya. Yang paling parah, ada yang mengalami patah tulang.

Pekerja memperhatikan kerusakan yang terjadi akibat ambruknya jembatan penghubung di dalam gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1/2018). Sejumlah orang terluka akibat peristiwa tersebut.
Pekerja memperhatikan kerusakan yang terjadi akibat ambruknya jembatan penghubung di dalam gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1/2018). Sejumlah orang terluka akibat peristiwa tersebut.(ANTARA FOTO/ELO)
Beberapa menit setelah kejadian itu, pekikan suara sirine ambulans terdengar. Para korban satu persatu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan secara intensif.

Pihak kepolisian pun mulai berdatangan. Mereka langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari tahu penyebab gedung itu roboh.

Akhirnya, sekitar pukul 14.20 pihak kepolisian memperbolehkan para karyawan BEI memasuki kantornya. Hal itu dilakukan setelah semua korban dievakuasi dan polisi selesai melakukan olah TKP.

Namun, Tower II gedung tersebut tetap tidak diperbolehkan dimasuki oleh para karyawan.

"Untuk tower 1 boleh masuk, tapi dengan catatan selasar tidak boleh dilewati. Nanti ada sekuriti yang jaga," ujar Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Samsurijal di lokasi.

Adapun kondisi tower II gedung tersebut masih steril. Hanya petugas kepolisian yang diperbolehkan masuk.

Seluruh kaca di Tower II ditutup. Sehingga tak dapat diketahui secara pasti kegiatan di dalam gedung itu.

(Kompas.com)

Related

Indonesia 5883163562382718190

Post a Comment

item