Film bioskop mulai diputar di Saudi



Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Arab Saudi mulai memutar film bioskop dengan menampilkan film animasi anak-anak pekan ini setelah larangan selama 35 tahun akhirnya dicabut. Film animasi anak-anak itu ditayangkan di sebuah bioskop sementara di Jeddah.

Bioskop permanen pertama dijadwalkan dibuka mulai Maret mendatang. Pemerintah saat ini menyokong tempat-tempat yang akan dijadikan acara menonton layar lebar seperti di sebuah gedung kebudayaan di Jeddah. Di tempat itu tersedia mesin proyektor, karpet merah, dan mesin kudapan jagung bakar.
"Kami mencoba memutar film ini sebagai awal dari pemutaran di bioskop setelah pada 11 Desember lalu bioskop diberi izin memutar film," kata Mamdouh Salim, panitia pemutaran film selama sepekan di Jeddah, seperti dilansir laman Channel News Asia, Senin (15/1).
Bioskop dilarang di Saudi sejak awal 1980-an lantaran tekanan dari kelompok Islamis yang beraliran konservatif.
Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, 32 tahun, menjadi sosok reformis yang melonggarkan aturan ketat di Saudi, termasuk soal pemutaran film di bioskop dan kaum wanita dibolehkan menyetir.
Namun demi menjaga moral konservatif, setiap film di bioskop nantinya akan menjalani proses sensor.
Warga Saudi bernama Sultan al-Utaibi mengaku senang bisa menonton film animasi bersama keluarganya.
"Rasanya lebih nyaman, lebih menyenangkan bisa punya aktivitas di akhir pekan. Ini kebijakan yang sangat telat tapi Alhamdulillah bisa terjadi sekarang," kata dia.
Ribuan warga Saudi saat ini pergi ke Bahrain, Uni Emirat Arab, dan negara lain untuk mendapat hiburan. Pemerintah kini mencoba menarik kembali uang yang dibelanjakan warganya di luar negeri.
Pemerintah Saudi berencana membuka 300 bioskop dengan 2000 film pada 2030 mendatang. Dengan langkah itu diharapkan negara mendapat suntikan USD 24 miliar dan menciptakan 30 ribu lapangan kerja.
(Merdeka.com)

Related

Dunia 9187568306341611145

Post a Comment

item