Senderan Pura Hyang Aluh Besakih Jebol

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Muncul dugaan, proyek senderan berikut jalan senilai Rp 2,5 miliar ini jebol karena faktor niskala, lantaran lalai menggelar upacara matur piuning sebelum proses pengerjaan. Senderan terasiring setinggi 7 meter yang sebetulnya baru selesai dibangun dengan dana APBD Karangasem 2017 ini roboh sepanjang 16 meter ke jalan raya sebelah timur. Bencana ini tanpa sebab yang jelas dan terjadi ketika cuaca sedang tidak ada hujan maupun angin.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun terluka dalam bencana jebolnya senderan terasering di Pura Hyang Aluh Besakih ini, karena saat kejadian kemarin siang, situasi sedang sepi. Namun, material longsoran menutupi badan jalan, sehingga menyulitkan pamedek yang hendak tangkil ke Pura Hyang Aluh Besakih.

Sejumlah pejabat terkait sempat terjun ke lokasi longsornya senderan terasering Pura Hyang Aluh Besakih, Rabu siang. Mereka yang terjun ke lokasi, antara lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Karangasem I Ketut Sedana Mertha, Camat Rendang I Wayan Mastra, Danramil Rendang Kapten Inf I Ketut Sumendra, Kapolsek Rendang Kompol I Nengah Berata, dan Bendesa Pakraman Besakih Jro Mangku Widiarta. 

Kadis PUPR Karangasem, Ketut Sedana Mertha, menduga bencana ini ada unsur niskalanya, karena lalai melaksanakan upoacara matur piuning sebelum penggarapan proyek senderan berikut jalan tangga. “Seharusnya, sebelum proyek dimulai, diawali dengan upacara matur piuning di Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Hyang Aluh Besakih, agar terhindar dari faktor non teknis,” jelas Sedana Mertha seusai meninjau lokasi bencana, Rabu siang.

Senderan Pura Hyang Aluh Besakih sendiri sebelumnya dibangun kembali dengan terasiring, setelah berulangkali mengalami kerusakan akibat longsor. Senderan pura ini terakhir kali longsor, 26 Januari 2015. Pasca longsor kala itu, senderan pura sempat lama terbengkalai tanpa adanya perbaikan. Senderan pasca longsor baru dilakukan perbaikan dengan menggunakan anggaran APBD Karangasem 2017. Proyek senderan sistem terasering baru beberapa minggu selesai dikerjakan, namun kini keburu longsor lagi. 

Perlu dicatat, sebelum longsor kembali, Rabu kemarin, akses menuju Pura Hyang Aluh Besakih sudah normal pasca perbaikan lengkap dengan adanya tangga sejauh 20 meter. Pura Hyang Aluh Besakih sendiri berada di ketinggian sebelah barat Pura Penataran Agung Besakih. 

Material longsoran senderan terasering kemarin sebagian menutupi akses jalan Pura Hyang Aluh Besakih menuju Pura Batumadeg Besakih. "Nanti akan ada perbaikan dari rekanan, karena proyek senderan ini sebenarnya masih tahap pemeliharaan," tandas Sedana Mertha.

Sementara itu, Camat Rendang Wayan Mastra kemarin siang sempat terjun ke lokasi bencana, untuk mengecek longsornya senderan terasering Pura Hyang Aluh Besakih. Dari hasil pengecekan, diketahui pondasinya senderan diperkuat rangkaian besi dan beton. Namun, seluruh struktur bangunan amblas karena struktur tanahnya labil.

"Memang di lokasi itu sering terjadi longsor, karena struktur tanahnya labil. Tembok Pura Hyang Aluh Besakih sempat beberapa kali jebol dan retak," ungkap Camat Wayan Mastra. Bendesa Pakraman Besakih, Jro Mangku Widiarta, juga mengatakan belakangan tidak ada hujan dan gempa di sekitar lokasi Pura Hyang Aluh Besakih. Meski demikian, Bendesa Mangku Widiarta menduga longsor terjadi karena struktur tanahnya memang labih. “Saya tidak tahu apakah proyek senderan itu telah serah terima atau masih dalam pemeliharaan," kata Mangku Widiarta kemarin.

Sesuai rencana awal, setelah tembok panyengker, senderan terasering, dan sekaligus akses jalan tangga menuju Pura Hyang Aluh Besakih kelar, akan dilaksanakan pujawali di pura tersebut pada Anggara Kliwon Prangbakat, Selasa (30/1) nanti. Namun, kurang dari sebulan sebelum karya pujawali, senderan pura keburu ambruk ke jalan.


sumber : nusabali.com

Related

Seputar Bali 2310410268085531418

Post a Comment

item