Berwisata sambil Beramal dengan Ruang Sisa di Koper

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali     Ruang kosong di tas atau koper ternyata bisa berguna untuk kegiatan amal. Salah satunya seperti yang menjadi konsep kelompok amal Pack for a Purpose.

Pack for a Purpose merupakan kelompok non-profit yang berbasis di North Carolina, Amerika Serikat. Kelompok ini memiliki program mengajak turis untuk menggunakan ruang kosong kopernya untuk membawa barang yang disumbangkan. 
"Program ini memiliki konsep sederhana yang bisa dilakukan turis yang ingin melakukan kegiatan amal di negara tujuannya," kata sang pendiri, Rebecca Rothney, seperti yang dilansir dari Lonely Planet.

Untuk bisa ikut serta dalam progam ini, turis tinggal masuk ke situs Pack for a Purpose. Di sana, turis bisa memilih partisipan yang bisa mendistribusikan kembali barang sumbangan ke pihak yang membutuhkan.

Dalam situs tersebut, nama Indonesia tercantum beserta keberadaan enam partisipan yang tersebar di Bali, Sumatera, dan Kalimantan, yakni; Bukit Lawang - Jungle Trekking, Nihi Sumba Island, Sanak Retreat, Sumatra Adventure Holidays, Tongkonan Layuk Lion, dan Zen Dive Bali. 

Selain negara-negara Asia, program ini juga berafiliasi dengan banyak partisipan di Afrika dan Karibia. 

Sejak digagas pada tahun 2010, sebanyak 93 ribu kilogram barang sudah disumbangkan ke 60 negara melalui Pack for a Purpose.

Tak ada batas minimal pemberian barang sumbangan, karena Pack for a Purpose tidak ingin turis malah jadi kerepotan membawa barang dalam perjalanannya.

Berwisata sambil berbagi memang menjadi tema besar industri pariwisata Badan Pariwisata PBB (UNWTO) yang dicanangkan pada Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September 2017.

Imbauan UNWTO tersebut diserukan dalam kampanye bertajuk 'Travel. Enjoy. Respect'. Kampanye ini bertujuan agar turis menyadari dampak berwisata yang dapat memengaruhi segi sosial, kebudayaan, politik dan ekonomi.

UNWTO mencatat, semakin banyak orang yang melakukan perjalanan wisata. Tahun 2016, sebanyak 1,24 miliar turis telah melancong ke berbagai belahan dunia.

Jumlah tersebut diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 1,8 miliar turis hingga 2030. 

Kampanye 'Travel. Enjoy. Respect' dirilis UNWTO dalam bentuk buku, yang menjelaskan berbagai langkah menjadi turis yang bertanggungjawab. 

Dalam bab 'Menjaga Lingkungan Hidup', beberapa langkah yang dianjurkan bagi turis saat berwisata ialah; menjaga kelestarian alam yang dikunjungi, menggunakan produk yang ramah lingkungan dan hemat energi, hanya mengunjungi kawasan alam yang dibuka untuk umum, serta meninggalkan kesan baik terhadap warga lokal.







sumber: CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 6707564598735634504

Post a Comment

item