Horor Kematian Menimpa Keluarga Ini Tiap Tanggal 2 Februari

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Suasana horor mencekam terasa di sebuah keluarga di India. Rasa takut, khawatir, bahkan ngeri mereka rasakan jelang tanggal 2 Februari tiap tahunnya.
Mengapa sampai demikian? Seperti diberitakan Gulf News yang dikutip pada Kamis (8/2/2018), kematian di keluarga tersebut kerap terjadi pada 2 Februari. Setidaknya selama empat tahun terakhir.
Pokhan Ram, penduduk Desa Lakhanipur-Maheshpatti di Distrik Samastipur hidup dalam ketakutan gara-gara horor tanggal 2 Februari itu.
Semua bermula dari kerabat Ram yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas pada 2 Februari 2015. Keluarganya berduka, tapi mereka menerimanya sebagai kehendak Tuhan dan kembali melanjutkan hidup.
Setahun kemudian, pada 2 Februari 2016, saudaranya, Bechan Ram -- anak kedua di antara tiga bersaudara, meninggal dunia. Tragedi terjadi lagi pada tahun 2017, kakak laki-lakinya, Fekan Ram, wafat.
Sementara pada 2 Februari tahun 2018, ayahnya, Sakhindra Ram, yang meninggal dunia.
"Kami tidak tahu giliran siapa tahun depan," kata Pokhan dengan suara panik.
Penduduk desa terkejut dengan kejadian aneh tersebut. "Ini menakjubkan, tapi itu adalah fakta," kata kepala dewan desa, Benazir Bano.
Akan tetapi, perwakilan dewan desa lainnya, Yogendra Singh, menggambarkannya sebagai kebetulan belaka. Bagaimana menurut Anda, horor?
Sementara itu, Jumat, 13 September 2013 atau dalam bahasa Inggris disebut "Friday the 13th". Hari dan tanggal yang dianggap sial dalam takhayul Barat.
Sejumlah orang mengkhawatirkan hal-hal buruk akan menimpa: kaki patah, pasar saham yang anjlok, atau sesuatu bisa memicu Perang Dunia III. 
Benarkah orang yang harus mengkhawatirkan hari ini? Ilmuwan punya penjelasannya. 
"Jika tak ada yang repot-repot mengajarkan kita tentang takhayul negatif seperti Friday the 13th, hidup kita mungkin lebih baik," kata Stuart Vyse, dosen psikologi Connecticut College, New London, Amerika Serikat. 
Rasa takut yang berlebihan itulah permasalahan utamanya. 
Stuart Vyse menambahkan, orang-orang yang percaya takhayul Friday the 13th mungkin menderita triskaidekaphobia atau takut pada nomor 13. Atau fobia terhadap Jumat tanggal 13, yang disebut paraskavedekatriaphobia atau paraskevidekatriaphobia. Merekalah yang "bertanggung jawab" menurunkan ketakutan itu pada anak-anak mereka. 
Tak hanya itu, buku, film-film makin melestarikan ketakutan terhadap hari Jumat yang kebetulan jatuh pada tanggal 13. Masih ingat film horor Friday the 13th yang tenar pada tahun 1980-an? Itu salah satunya.
Seperti dimuat Herald Sun, Jumat, 13 September 2013, salah satu kajian terkemuka terkait hal ini pernah dipublikasikan dalam British Medical Journal pada 1993. Studi tersebut menemukan risiko kecelakaan pada Friday the 13th lebih tinggi dari hari Jumat biasa. 
Akan tetapi, bukan berarti takhayul itu benar. Studi serupa yang dilakukan Profeor Simo Nayha dari University of Oulu, Finlandia, pada 2004 menemukan, wanita, khususnya, lebih berisiko meninggal dalam kecelakaan di tanggal itu, dibanding Jumat lainnya. 
Kesimpulannya, "Friday the 13th mungkin berbahaya bagi perempuan, lebih karena rasa cemas yang ditimbulkan takhayul tersebut," kata dia. 
Profesor Nayha mengatakan, takhayul dapat mengganggu perilaku, "Dengan cara yang dapat merusak fungsi psikis dan psikomotorik, terutama dalam situasi yang menuntut konsentrasi."
Di Amerika ada sekitar 20 juta orang yang mengalami kecemasan berlebih tiap Jumat tanggal 13. Sementara, pihak layanan darurat Australia justru mengatakan, tak ada istimewa dengan hari ini. "Bagi kami seperti hari-hari biasa," kata juru bicara Ambulance Service, New South Wales, Australia.
Jumlah penumpang pesawat pun tak lantas berkurang. "Jumat tanggal 13 tidak memengaruhi bookingQantas sama sekali," kata juru bicara maskapai itu.
Asal-Usul Mitos
Kenapa Jumat tanggal 13 dianggap begitu mengerikan? Ada yang menyebut, mitos tersebut berawal dari acara makan-makan Dewa Norse di Valhalla yang berujung pertempuran. Sebanyak 13 dewa saling memalu, membuat Bumi jatuh ke dalam kegelapan dan mengalami musim dingin pertamanya. 
Kemudian terkait Perjamuan Terakhir saat Yudas Iskariot, murid yang mengkhianati Yesus, adalah orang ke-13 yang duduk di meja. Sementara Yesus disalibkan pada hari Jumat.
Selain itu, konon, pada hari Jumat Hawa menggoda Adam dengan "buah terlarang". 
Atau menurut versi buku Da Vinci Code karya Dan Brown yang menyebut, pada Jumat, 13 Oktober 1307, terjadi perburuan dan pembantaian terhadap para Ksatria Templar.
Dalam kacamata numerologi, 13 adalah angka yang sangat kuat dan "angka pergolakan" -- yang jika digunakan untuk tujuan egois akan berujung malapetaka. Sebaliknya, membuka pintu mistis bagi peluang pembaruan.
Thomas Fernsler, ilmuwan dari Mathematics and Science Education Resource Center, University of Delaware, Newark, mengatakan angka 13 "menderita" karena posisinya setelah angka 12.
Mengapa? Menurut Fernsler, para numerolog menganggap angka 12 sebagai angka yang "lengkap": ada 12 bulan dalam setahun, 12 tanda zodiak, 12 murid Yesus, 12 dewa Olympus.
Akan tetapi, interpretasi soal angka 13 tidaklah universal. Di Spanyol dan Yunani,  Selasa tanggal 13 dianggap hari keberuntungan. Sementara orang Italia menganggap 13 sebagai angka keberuntungan, sebaliknya Jumat tanggal 17 membawa nasib buruk.
Apa pun, jika Anda tak punya alasan untuk mengira sesuatu yang buruk akan terjadi hari ini, Jumat tanggal 13, atau hari lainnya, Anda mungkin akan beruntung. Semua berawal dari pikiran.







sumber: liputan6.com

Related

Info Unik 4125689112308397529

Post a Comment

item