Proyek Wisata Halal Jakarta Dimulai dari Setu Babakan

Proyek Wisata Halal Jakarta Dimulai dari Setu Babakan

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali      Lima hari setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menggelar 'Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Halal dan Destinasi Halal' di Balai Kota, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 yang mengatur tentang penyelenggaraan usaha pariwisata akhirnya diterbitkan.

Dalam peraturan tersebut, tidak disebutkan dengan rinci tentang lokasi yang akan dijadikan kawasan wisata halal. Namun Bab II tentang bidang usaha pariwisata, khususnya pasal 8 ayat 2 poin C, menjelaskan secara implisit tentang kawasan khusus wisata halal untuk bidang usaha kawasan pariwisata.
Sandi lanjut menyebutkan beberapa tempat di Jakarta yang akan dijadikan proyek percontohan kawasan wisata halal. 

"Kami akan mulai pilot project di beberapa lokasi, Setu Babakan salah satunya. Kemudian di Kepulauan Seribu ada satu pulau yang nanti didedikasikan," kata Sandi kepada CNNIndonesia.com pada beberapa waktu lalu.

Tak hanya Setu Babakan dan Pulau Seribu, pada kesempatan yang sama Sandi juga menyebut Kawasan Kota Tua agar bisa masuk ke dalam destinasi wisata halal dunia. Menurutnya jika sudah menjadi destinasi wisata halal dunia, seperti Lombok, kawasan tersebut akan memiliki daya tarik tersendiri.

Ditemui di tempat yang berbeda Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Rofiqoh Mustafa, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung program Pemprov DKI Jakarta andaikan Setu Babakan dijadikan kawasan wisata halal.

"Kalau kami ini (UPK Perkampungan Budaya Betawi) khusus untuk pelestarian budaya betawi. Saya rasa budaya betawi juga identik dengan hukum-hukum islam, jadi insyaallah kami siap," kata Rofiqoh saat ditemui CNNIndonesia.com pada Rabu (21/3).

Terkait sertifikasi, Rofiqoh tidak berani memberikan jawaban karena lingkup kerjanya tidak meliputi hal tersebut. Namun untuk urusan sosialisasi, Rofiqoh menegaskan jika pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait jika ada kegiatan atau masalah.

"Kami punya forum perkampungan budaya Betawi. Ada 14 tokoh Betawi yang mengawasi kegiatan, kalau di DKJ itu semacam kuratornya," ujar Rofiqoh.

Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan. 

Menurut masterplan, perkampungan budaya Betawi yang didirikan pada 18 Agustus 2000 ini, akan memiliki luas sekitar 289 hektare yang terdiri dari lima zona yaitu zona A, zona B, zona C, zona embrio, dan zona pengembangan sarana dan prasarana. 

Kelima zona tersebut memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Saat ini pihak UPK Perkampungan Budaya Betawi sedang fokus menata Zona A yang difungsikan sebagai wadah pelestarian dan pengembangan serta pergelaran seni budaya Betawi secara formal.



















sumber : CNNIndonesia.com

Related

Gaya Hidup 1237775083059359842

Post a Comment

item