Warga Keluhkan Pembakaran Sampah

www.nusabali.com-warga-keluhkan-pembakaran-sampah

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali   Aktivitas pembakaran sampah di Dusun Sidayu Nyuh Aya, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, menuai keluhan. Keluhan ini disampaikan secara resmi lewat surat kepada Perbekel Takmung Nyoman Mudita, oleh seorang warga Jerman, Rainer Gedecekner, tinggal di Dusun Sidayu Yuh Aya.

Surat tersebut diserahkan langsung oleh Rainer kepada Perbekel Takmung Nyoman Mudita, di Kantor Perbekel, Selasa (27/3). Adapun isi surat tersebut intinya, Rainer mengeluhkan aktivitas pembakaran sampah di Dusun Sidayu Yuh Aya, di mana tempat tinggalnya dekat dengan TPA tersebut. Karena asap yang dikeluarkan bisa mengganggu kesehatan. Akibatnya, dirinya dan warga tetangga harus menutup semua pintu dan jendela supaya tidak jatuh sakit akibat asap pembakaran sampah. Dia juga merasa prihatin dengan kondisi anak-anak di Sidayu, saat bermain volly dipenuhi asap sampah. Karena itu bisa memicu masalah kesehatan yang sangat berbahaya untuk anak-anak.

Masalah pembakaran sampah tersebut sudah dikeluhkan sejak dua tahun lebih. Namun pembakaran tetap dilakukan. Perbekel Desa Takmung Nyoman Mudita mengatakan, dirinya sudah menanggapi secara resmi surat tersebut. Pihaknya juga mengaku sudah bersurat ke Pemkab Klungkung agar menyikapi protes warga Jerman dimaksud agar dibantu mencari solusi. “Pihak prajuru adat juga sudah turut mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah di sana,” ujarnya, Rabu (28/3).

Untuk di Desa Takmung sejak tiga tahun lalu sudah memiliki bank sampah dan dilengkapi dengan pemilihan dan pengolahan sampah. Semua sampah baik organik maupun sampah plastik yang dikumpulkan warga dibeli oleh pihak pengelola. Namun warga enggan megumpulkan sampahnya.

Rencana pembangunan tempat pengolahan sampah di Dusun Sidayu Yuh Aya yang sudah dimatangkan, malah ditolak oleh sejumlah warga. Upaya itu juga sudah dapat izin dari Pemprov Bali memanfaatkan tanah milik Pemprov. “Untuk pendanaan juga siap dibantu dari kementerian,” ujarnya.

Mengenai lokasi tempat pembuangan sampah tersebut merupakan bekas galian C. Agar lokasi itu bisa cepat penuh. Namun ada warga sembarangan membuang sampah sehingga sampah sampai meluber ke jalan raya. Sampah itu merupakan sampah warga Sidayu Yuh Aya dan warga Dusun Sidayu Tojan (Desa Takmung). Selain itu juga ada warga dari luar yang kebetulan mau ke pantai membuang sampah di sana. Untuk lokasi pembuangan sampah tersebut merupakan laba (tanah) milik Pura Prajapati warga setempat. 














sumber : nusabali.com

Related

Warta Semarapura 8501811736587870441

Post a Comment

item